Berita Bireuen
14 Madrasah Terdampak Banjir di Bireuen Sudah Terima Bantuan, Ini Jenisnya
MTsN 1 Bireuen (Gandapura), MTsN 2 Bireuen (Peusangan), MAN 5 Bireuen (Gandapura) dan MAN 7 Bireuen (Jangka).
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
MTsN 1 Bireuen (Gandapura), MTsN 2 Bireuen (Peusangan), MAN 5 Bireuen (Gandapura) dan MAN 7 Bireuen (Jangka).
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Dalam musibah banjir di Bireuen sebanyak 68 madrasah berbagai jenjang pendidikan mulai dari Samalanga hingga Gandapura terdampak banjir mulai dari rusak berat, rusak ringan maupun dipenuhi endapan lumpur.
Dari 68 madrasah tersebut 14 di antaranya sudah menerima sejumlah bantuan dari Kementerian Agama RI.
Hal tersebut disampaikan Kankemenag Bireuen, Dr H Zulkifli SAg MPd melalui Kasi Penmad, Anis SAg kepada Serambinews.com, Jumat (27/3/2026).
Adapun madrasah yang telah menerima bantuan yaitu MIN 18 Bireuen (Leubu Mee, Makmur), MIN 19 Bireuen (Babah Jurong, Kutablang), MIN 23 Bireuen (Rheum Barat, Simpang Mamplam) dan MIN 33 Bireuen (Tanoh Anoe, Jangka).
Selanjutnya, MIN 34 Bireuen (Bugak Krueng, Jangka), MIN 35 (Matang Mesjid, Peusangan), MIN 41 (Rheum Barat, Simpang Mamplam), MIN 43 (Cot Ara, Kutablang), MIN 47 (Punjot, Jangka) dan MIN 48 (Alue Kuta, Jangka).
Kemudian, MTsN 1 Bireuen (Gandapura), MTsN 2 Bireuen (Peusangan), MAN 5 Bireuen (Gandapura) dan MAN 7 Bireuen (Jangka).
Adapun bantuan yang telah diterima masing-masing madrasah sebanyak 60 set mobiler, peralatan kebersihan, kereta sorong, genset dan lainnya.
Berbagai jenis bantuan didistribusikan tim kementerian dari Jakarta langsung ke sekolah masing-masing, Kankemenag Bireuen mendampingi penyaluran bantuan tersebut.
“Bantuan berbentuk barang dari Jakarta, Kankemenag mendampingi saja mengantar bantuan,” ujarnya.
Anis mengatakan, bantuan mobiler ke masing-masing madrasah merupakan bantuan emergency sedangkan kebutuhan mobile belum memadai.
Ditambahkan, proses belajar mengajar di madrasah terdampak banjir sejak beberapa waktu lalu sudah berjalan normal seperti biasa.
“Kekurangan mobiler dan sarana lainnya juga telah dilaporkan masing-masing madrasah melalui aplikasi tersendiri,” ujarnya.
Menyangkut penanganan kerusakan madrasah mulai dari pagar, bangunan rusak dan lainnya kata Anis SAg beberapa waktu lalu tim dari Kementerian Agama bersama Jasindo pada Januari lalu sudah turun ke masing-masing madrasah melihat kondisi bangunan yang rusak terdampak banjir, ada yang rusak satu ruangan, mushola maupun pagar serta kerusakan lainnya.
Bangunan yang akan diperbaiki adalah yang terdata sebagai Bangunan Milik Negara (BMN) atau aset negara Kankemenag Bireuen, sedangkan bangunan non BMN belum ditangani. Jajaran jajaran madrasah katanya saat ini sedang menunggu pelaksanaan program perbaikan terhadap madrasah yang rusak. (*)
| Murid SD Sukma Bangsa Bireuen Gelar Kunjungan Edukatif ke Museum Rumah Aceh Pijay |
|
|---|
| Remaja Masjid Besar Samalanga Rombak Struktur dan Program Kerja |
|
|---|
| BAN-PT Asesmen Prodi Akuakultur FP Umuslim, Rektor Bidik Akreditasi Unggul |
|
|---|
| DPKP Bireuen Bersama Lintas Sektor Bersihkan Sampah di Objek Wisata Pantai Kuala Raja |
|
|---|
| DWP Aceh Peduli Serahkan Bantuan untuk ASN Korban Banjir Bireuen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pak-Anis-2703.jpg)