Jumat, 10 April 2026

Berita Aceh Singkil

Waspada! Hujan Petir Ancam Perairan Aceh Singkil Hari Ini 6 April 2026, Nelayan Diminta Siaga

Hujan petir diprediksi terjadi di wilayah perairan Kabupaten Aceh Singkil, Senin (6/4/2026).

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
GAPURA PERBATASAN: Gapura perbatasan Aceh dengan Sumatera Utara di Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil, 22 Oktober 2025. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi | Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Hujan petir diprediksi terjadi di wilayah perairan Kabupaten Aceh Singkil, Senin (6/4/2026).

Sementara wilayah daratan Aceh Singkil, diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. 

Wilayah daratan Aceh Singkil, yang diguyur hujan dengan intensitas sedang terjadi di Kecamatan Gunung Meriah dan Kecamatan Singkil Utara.

Sedangkan sembilan kecamatan lainnya di Aceh Singkil, diguyur hujan dengan intensitas ringan. 

Masing-masing Kecamatan Pulau Banyak, Pulau Banyak Barat, Kuala Baru, Singkil, Danau Paris, Suro Baru, Simpang Kanan, Singkohor dan Kecamatan Kota Baharu. 

Saat hujan jangan berteduh di bawah pohon, tiang listrik serta segera menjauh dari lokasi rawan longsor.

Bagi penduduk yang tinggal di daerah rawan banjir agar meningkatkan kewaspadaan.

Baca juga: Bansor BPNT April 2026 Segera Cari dalam dalam Minggu Ini, Ini Cara Lengkap Cek Penerima Lewat HP

Dikutip dari laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) suhu rata-rata Kabupaten Aceh Singkil, 23 sampai 28 derajat Celsius (⁰C). 

Sedangkan kelembapan udara antara 81 persen sampai 99 persen. 

Sementara cuaca wilayah maritim atau perairan Aceh Singkil, hujan petir.

Suhu 26 ⁰C dan kelembapan relatif 85 persen. 

Angin berhembus dari Tenggara dengan kecepatan 9 knot dan arus ke Barat Laut dengan kecepatan 1,06 knot.

Gelombang diprediksi 1,4 meter. Ketinggian gelombang tersebut masuk dalam kategori sedang.

Nelayan dan warga yang melaut hati-hati. Pastikan selalu membawa perlengkapan keselamatan. 

Antara lain pelampung dan membawa alat komunikasi untuk menghubungi keluarga bila terjadi hal darurat.

Kemudian membawa global positioning system (GPS) untuk mengetahui posisi. 

Mengingat mengandalkan tanda-tanda alam, kadang terkendala terbatasnya jarak pandang.(*)

Baca juga: JK Dorong Pemerintah Naikkan Harga BBM di Tengah Krisis Timur Tengah, Ini Alasannya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved