Minggu, 24 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Pemerintah Akui Sulit Bersihkan Lumpur

Belum (bersih sepenuhnya lumpur). Berat. Tapi wilayah-wilayah vital sudah kita bersihkan. Safrizal ZA

Tayang:
Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE KORAN SERAMBI INDONESIA EDISI RABU 20260408 

Safrizal menjelaskan, dampak bencana terhadap sektor pertanian di Aceh terjadi di 19 kabupaten/kota dengan kondisi kerusakan yang bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga berat.

Di mana, berdasarkan data Satgas PRR Pascabencana Wilayah Aceh per tanggal 6 April 2026, terdapat 27.483 hektare sawah rusak ringan, 13.405 hektare rusak sedang, dan 16.283 hektare rusak berat.

Ia menyebut, khusus untuk sawah dengan kategori rusak berat, proses pemulihan masih memerlukan kajian teknis lebih lanjut. Hal ini disebabkan adanya timbunan material hingga lebih dari satu meter di atas lahan.

“Terutama yang rusak berat, yang rusak berat itu yang timbunannya satu meter ke atas ini terus dikaji apakah akan dilakukan pembersihan ulang atau mencetak sawah baru, sangat tergantung dari kajian Kementan untuk sawah-sawah yang rusak berat,” jelasnya

Untuk itu, mantan Pj Gubernur Aceh ini menegaskan percepatan pemulihan menjadi penting agar masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian dapat kembali beraktivitas. 

“Proses ini kita dorong secepat mungkin sehingga masyarakat yang mengandalkan sektor tani ini bisa kembali untuk bercocok tanam di lahan yang dimilikinya,” ujarnya. Lebih lanjut, kata Safrizal, selain sektor pertanian, pemerintah juga terus melakukan pemulihan pada sektor perikanan, khususnya tambak masyarakat yang terdampak bencana.

Diketahui, bencana yang melanda Aceh pada akhir November 2025 turut berdampak pada rusaknya 30.417 hektare tambak masyarakat. Selain itu, juga tercatat merusak 1.953 hektare lahan keramba dan 18.593 unit pembudidaya. “Untuk sektor tambak, dari Kementerian Pertanian dan KKP juga terus melakukan kontrak untuk perbaikan-perbaikan tambak masyarakat yang terimbas,” ujarnya.

Safrizal menambahkan, data pemulihan yang ada saat ini merupakan hasil pendataan hingga 6 April dan masih bersifat dinamis karena tim di lapangan terus bekerja. “Data ini bisa bergerak terus karena tim di lapangan terus bergerak, sehingga tidak ada satu pun yang tertinggal dari catatan yang sudah kita miliki,” pungkasnya.(ra)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved