Selasa, 14 April 2026

Aceh Barat Daya

Pemerintah Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana, Bupati Safaruddin Imbau Warga Abdya Waspada

"Mengingat kondisi seperti ini, saya mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Seluruh OPD juga harus menyiapkan

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/HO/serambinews
STATUS BENCANA - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin mendampingi Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, terjun langsung ke wilayah bencana di Aceh Utara, pada akhir tahun 2025 lalu. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia 
Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 


SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE -Pemerintah Aceh resmi menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah kabupaten/kota mulai hari ini, Senin 13 hingga 20 April 2026. 

Status siaga bencana ini ditetapkan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan informasi BMKG, kondisi atmosfer di wilayah Aceh saat ini dipengaruhi oleh pola siklonik, belokan angin (shearline), serta konvergensi yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan. 

Dampaknya, hampir seluruh wilayah Aceh, termasuk Aceh Barat Daya (Abdya) berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, khususnya pada periode 11-20 April 2026.

Baca juga: Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Mulai 13 hingga 20 April 2026

Merespons kondisi tersebut, Bupati Abdya Safaruddin mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang tinggal di kawasan-kawasan rawan bencana.

Selain meningkatkan kewaspadaan, Safaruddin, juga menekankan kepada seluruh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), khususnya Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) agar siaga penuh terhadap kondisi ini.

"Mengingat kondisi seperti ini, saya mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Seluruh OPD juga harus menyiapkan kesiapsiagaan," kata Safaruddin, Selasa (14/4/2026).

Untuk instansi BPBK, Safaruddin, meminta agar memastikan kesiapan personel dan peralatan, serta melakukan pemantauan intensif di wilayah rawan bencana.

"Masyarakat juga kita imbau agar memantau informasi cuaca secara berkala dan menghindari aktivitas di daerah-daerah rawan bencana saat terjadinya angin dan hujan lebat," ucapnya.

Selain itu, Safaruddin, juga mengintruksikan kepada pemerintah gampong untuk memastikan seluruh saluran di gampong masing-masing dalam keadaan bersih, sehingga tidak terjadinya penyumbatan.

"Deteksi dini dan persiapan itu penting untuk meminimalisir dampak bencana. Maka, seluruh saluran di gampong-gampong harus dibersihkan," pesan Safaruddin.

Ia juga berharap kepada seluruh unsur Forkopimda Abdya dapat bekerja sama dalam merespon status siaga bencana hidrometeorologi tersebut.

"Insya Allah dengan kerja sama semua pihak, kita dapat meminimalisir dampak bencana jika itu terjadi. Dan kita memohon kepada Allah SWT agar kita mendapatkan perlindungan dan dijauhkan dari bencana tersebut," pungkas Safaruddin. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved