Jumat, 17 April 2026

Berita Aceh Besar

Pekan Depan, Nakes di Aceh akan Disuntik Imunisasi Campak

“Karena tenaga kesehatan memiliki risiko tinggi tertular, maka dilakukan imunisasi campak terhadap nakes dan tenaga medis,” ujarnya di Banda Aceh.

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nurul Hayati
DOK. SERAMBI FM
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh, dr. Iman Murahman, Sp.KKLP, MKM. 
Ringkasan Berita:
  • Dinas Kesehatan Aceh akan meluncurkan program imunisasi campak bagi tenaga kesehatan (nakes) pada Rabu, 22 April 2026 di RSUZA.
  • Setiap bulan terdapat sekitar 1.000–2.000 kasus campak di Indonesia, dengan 8 persen menyerang orang dewasa. Nakes dianggap berisiko tinggi tertular.
  • Tenaga medis, termasuk dokter umum dan dokter gigi internship, menjadi target utama.
  • Program dimulai di RSUZA, lalu dilanjutkan ke rumah sakit daerah di kabupaten/kota.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM,BANDA ACEH – Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh akan meluncurkan program imunisasi campak bagi tenaga kesehatan (nakes).

Kegiatan ini direncanakan berlangsung di RSUZA pada Rabu, 22 April 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh, dr. Iman Murahman, Sp.KKLP, MKM, mengatakan bahwa setiap bulan terdapat sekitar 1.000 hingga 2.000 kasus campak di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data, penyakit ini tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga orang dewasa, dengan persentase sekitar 8 persen.

“Karena tenaga kesehatan memiliki risiko tinggi tertular, maka dilakukan imunisasi campak terhadap nakes dan tenaga medis,” ujarnya di Banda Aceh, Jumat (17/4/2026).

Baca juga: 200 Ribu Lebih Anak Aceh Tak Tersentuh Imunisasi Selama 2021–2025

Ia menjelaskan, program imunisasi ini nantinya akan dilaksanakan di seluruh rumah sakit daerah.

Sasaran imunisasi mencakup tenaga medis, termasuk dokter umum serta dokter gigi internship.

Untuk tahap awal, peluncuran program akan dipusatkan di RSUZA, sementara pelaksanaan di kabupaten/kota akan dilakukan di rumah sakit masing-masing.

Iman menambahkan, salah satu alasan pelaksanaan program ini adalah adanya kasus kematian akibat campak yang menimpa seorang dokter internship.

“Ada dokter internship yang terkena campak dan meninggal dunia. Itu menjadi salah satu dasar dilaksanakannya imunisasi ini,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved