Selasa, 21 April 2026

Harga Emas

Emas Perhiasan di Aceh Timur Stagnan, Batangan Lokal dan Antam Turun

Harga emas di Kabupaten Aceh Timur pada awal pekan ini menunjukkan tren beragam. Emas perhiasan terpantau stagnan, sementara logam

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Ansari Hasyim
Serambinews.com/Maulidi Alfata
Emas perhiasan bentuk gelang dan surat pembelian dipegang pedagang emas di toko emas Tiara, Idi Rayeuk, Jum'at (20/2/2026). 

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Harga emas di Kabupaten Aceh Timur pada awal pekan ini menunjukkan tren beragam.

Emas perhiasan terpantau stagnan, sementara logam mulia (LM) mengalami penurunan.

Pemilik Toko Emas Tiara Idi Rayeuk, Muliadi, mengatakan harga emas pada Senin (20/4/2026) berbeda untuk setiap jenisnya.

“Tidak ada yang naik hari ini. Emas perhiasan stabil, sedangkan batangan lokal turun,” ujarnya.

Untuk emas perhiasan, tipe 99 dibanderol Rp 8.500.000 per mayam.

Sementara tipe A masih bertahan di harga Rp 8.200.000 per mayam.

Adapun untuk logam mulia, harga batangan lokal turun dari Rp 2.630.000 menjadi Rp 2.600.000 per gram, atau berkurang Rp 30.000 per gram.

Emas Antam juga mengalami penurunan, dari Rp 2.884.000 menjadi Rp 2.840.000 per gram, turun Rp 44.000 per gram.

Sementara itu, harga emas dunia turut mengalami penurunan.

Pada Senin (20/4/2026), harga emas di pasar spot tercatat sebesar US$ 4.740,2 per troy ons, turun sekitar 1,94 persen dibandingkan sebelumnya.

Penurunan harga emas dipengaruhi sentimen geopolitik, terutama ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menemukan titik damai.

Selain itu, kondisi Selat Hormuz yang kembali ditutup setelah sebelumnya dibuka untuk perdagangan komersial turut menekan harga, menyusul meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved