Minggu, 26 April 2026

Berita Aceh Timur

Tiga Hotspot Terdeteksi di Aceh Timur, BMKG Ingatkan Masyarakat Waspada Karhutla

BMKG mendeteksi delapan titik panas di Aceh, tiga di antaranya berada di Kabupaten Aceh Timur yakni Peunaron, Simpang Jernih, dan Bireum Bayeun.

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Saifullah
For serambinews.com/Dok BMKG
TITIK PANAS - Ilustrasi peta titik panas di Aceh. BMKG menyebutkan, 3 titik panas terdeteksi di Aceh Timur sehingga warga diimbau waspada karhutla. 
Ringkasan Berita:
  • BMKG mendeteksi delapan titik panas di Aceh, tiga di antaranya berada di Kabupaten Aceh Timur yakni Peunaron, Simpang Jernih, dan Bireum Bayeun.
  • Wilayah ini disebut paling rawan kebakaran hutan dan lahan, sehingga masyarakat diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar.
  • BMKG mengingatkan dampak karhutla bisa merusak ekosistem dan mengganggu kesehatan, terutama anak-anak dan lansia.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Aceh. 

Dari hasil pantauan satelit terbaru, terdeteksi delapan titik panas (hotspot) yang tersebar di beberapa wilayah provinsi ini.

Menariknya, tiga dari delapan titik panas tersebut berada di Kabupaten Aceh Timur

Lokasi yang terpantau meliputi Kecamatan Peunaron, Simpang Jernih, dan Bireum Bayeun.

Sementara lima titik lainnya tersebar di Aceh Jaya, Kota Langsa, dan Lhokseumawe.

Data ini dirilis BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh pada Senin (20/4/2026).

Prakirawan BMKG Malikussaleh Aceh Utara, Ricky Nadiansyah menjelaskan, keberadaan tiga titik panas di Aceh Timur menjadikan wilayah ini sebagai salah satu daerah paling rawan karhutla. 

Baca juga: Belasan Titik Panas Terpantau, Berikut Prakiraan Cuaca di Banda Aceh Awal Pekan Ini

Ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di sekitar lokasi yang terdeteksi hotspot.

“Sebisa mungkin tidak membakar sampah secara sembarangan,” pesan Ricky.

“Apalagi membuka lahan dengan cara dibakar. Hal itu bisa memicu munculnya titik panas baru,” ujarnya.

BMKG juga menekankan agar masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan di area hutan atau lahan kering. 

Aktivitas kecil yang dianggap sepele dapat memicu kebakaran besar, terlebih saat cuaca panas dan angin kencang.

Ricky menambahkan, dampak karhutla tidak hanya merusak ekosistem hutan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat. 

Paparan asap dapat menimbulkan gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Selain itu, kabut asap berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi darat maupun udara.

Baca juga: 15 Titik Panas Terdeteksi di Aceh dan Hujan Lebat Potensi di Aceh Besar, Cek Prakiraan Cuaca BMKG

Pemerintah daerah bersama aparat terkait diimbau untuk segera melakukan langkah antisipasi, seperti patroli rutin, sosialisasi kepada warga, serta menyiapkan sarana pemadam kebakaran di titik rawan. 

Dengan adanya peringatan dini ini, diharapkan masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berisiko menimbulkan kebakaran.

Aceh Timur sendiri dikenal memiliki kawasan hutan yang cukup luas, sehingga potensi karhutla selalu menjadi ancaman serius setiap musim kemarau. 

BMKG menegaskan bahwa kewaspadaan dini adalah kunci untuk mencegah kerugian lebih besar akibat kebakaran hutan dan lahan.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved