Selasa, 21 April 2026

Berita Gayo Lues

Sungai Kale Alas Meluap , Dua Jembatan Gantung Putus

Akibat putusnya jembatan gantung, sejumlah kepala keluarga (KK) di Dusun Atu Sepit yang selama ini tinggal di seberang sungai, terisolasi.” SAIFUL

Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE KORAN SERAMBI TRIBUN GAYO EDISI SENIN 20260421 

Ringkasan Berita:
  • Hujan deras yang mengguyur wilayah Gayo Lues pada Minggu (19/4/2026) malam, menyebabkan sungai Kale Alas meluap
  • Dua unit jembatan penghubung putus dihantam banjir 
  • Jembatan gantung di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren dan jembatan gantung di Dusun Atu Sepit Desa Ramung, Kecamatan Putri Betung

"Akibat putusnya jembatan gantung, sejumlah kepala keluarga (KK) di Dusun Atu Sepit yang selama ini tinggal di seberang sungai, terisolasi.” SAIFUL, Warga Atu Sepit Desa Ramung

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Hujan deras yang mengguyur wilayah Gayo Lues pada Minggu (19/4/2026) malam, menyebabkan sungai Kale Alas yang melintasi Kecamatan Putri Betung dan Blangkejeren meluap. Luapan sungai tersebut menyebabkan dua jembatan gantung putus total.

Informasi yang dihimpun TribunGayo.com, Senin (20/4/2026) menyebutkan, hujan deras melanda sejumlah wilayah Gayo Lues pada Minggu (19/4/2026) malam. Musiba itu menghanyutkan dua unit jembatan penghubung.

Kedua jembatan gantung yang putus dihantam banjir akibat meluapnya sungai Kale Alas, yakni jembatan gantung di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren dan jembatan gantung di Dusun Atu Sepit Desa Ramung, Kecamatan Putri Betung.

Penghulu (kepala desa) Agusen, Ramadhan, Senin (20/4/2026) mengatakan, meluapnya sungai Kale Alas akibat hujan deras. Airt sungai juga menyebabkan banjir ke permukiman penduduk di Desa Agusen. "Akses atau jalan menuju hunian sementara (huntara) dan satu jembatan gantung yang berada di Desa Agusen putus menyusul meluapnya sungai Kale Alas,” katanya.

Meluapnya sungai Kale Alas juga disampaikan Saiful, warga Atu Sepit Desa Ramung, Kecamatan Putri Betung. Dikatakan, sungai Kale Alas itu meluap setelah hujan dengan curah tinggi melanda wilayah mereka.

"Akibat putusnya jembatan gantung, sejumlah kepala keluarga (KK) di Dusun Atu Sepit yang selama ini tinggal di seberang sungai, terisolasi,” tandas Saiful.

Mulai dikerjakan

Sementara dari Aceh Tengah, pembangunan jalan alternatif di Kampung Segene Balik, Kecamatan Kute Panang, mulai dikerjakanm Minggu (19/4/2026). Jalur ini menjadi akses penting yang menghubungkan Aceh Tengah dengan Bener Meriah.

Dimulainya pengerjaan jalan tersebut disambut syukur oleh pemerintah kampung dan masyarakat, khususnya warga Kecamatan Ketol yang selama ini sangat bergantung pada jalur tersebut untuk mobilitas antarkabupaten.

Reje Kampung Segene Balik, Kadar Suprioto, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Aceh Tengah, Dinas Pekerjaan Umum. Kemudian pihak Kementerian, serta perusahaan Hutama Karya (HK) yang telah memulai pengerjaan jalan alternatif tersebut.

Dikatakan, jalan tersebut sangat vital bagi masyarakat karena menjadi penghubung utama antarkabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, sekaligus jalur distribusi hasil pertanian warga.

Sebelumnya, jalur ini hanya berupa akses darurat dengan kondisi sempit dan tanjakan curam, sehingga rawan kecelakaan. Warga bahkan sempat menerapkan sistem buka-tutup selama 56 hari untuk mengatur arus kendaraan.

Namun, karena keterbatasan tenaga, pengaturan tersebut sempat dihentikan dan menyebabkan meningkatnya risiko kecelakaan di lokasi. “Dengan mulai dikerjakannya jalan ini, kami berharap ke depan akses ini bisa lebih aman dan nyaman dilalui masyarakat,” katanya.

Meski pengerjaan telah dimulai, masyarakat berharap pemerintah dapat mempercepat proses pembangunan serta menghadirkan solusi permanen agar jalur tersebut benar-benar layak digunakan dalam jangka panjang. “Ini jalan vital bagi masyarakat. Harapan kami bisa segera selesai dan tidak lagi membahayakan pengguna,” tutupnya.(c40/am)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved