Selasa, 21 April 2026

Mayat Mengapung

Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Sungai Terusan Arakundo, Pedalaman Aceh Utara

Warga Gampong Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di

Penulis: Jafaruddin | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Foto Dok Polres Aceh Utara
MAYAT MENGAPUNG - Sesosok mayat laki-laki ditemukan mengapung di kawasan terusan Arakundo, Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (21/4/2026). Foto: Dok Polres Aceh Utara. 
Ringkasan Berita:
  • Korban diketahui bernama Mirza Fahreza (27), warga Desa Lintang, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah. Identitas korban diperoleh setelah dilakukan pengecekan oleh aparat kepolisian bersama warga setempat.
  • Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kapolsek Langkahan, Iptu Edy, menjelaskan bahwa penemuan mayat tersebut bermula saat dua warga melintas di lokasi kejadian.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Warga Gampong Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di aliran terusan Sungai Arakundo, Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 08.45 WIB.

Korban diketahui bernama Mirza Fahreza (27), warga Desa Lintang, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah. Identitas korban diperoleh setelah dilakukan pengecekan oleh aparat kepolisian bersama warga setempat.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kapolsek Langkahan, Iptu Edy, menjelaskan bahwa penemuan mayat tersebut bermula saat dua warga melintas di lokasi kejadian.

Kedua saksi, yakni Sutian (40) dan Jiki (26), saat itu sedang menyeberangi sungai untuk mengantar pekerja menuju kebun milik PT Kurnia di Desa Rantau Panjang, Gampong Pante Labu.

Baca juga: Terungkap Identitas Mayat Ditemukan Mengapung di Krueng Peusangan, Ternyata Seorang Sopir

“Setibanya di lokasi penyeberangan, saksi melihat sesuatu yang mencurigakan di aliran sungai. Setelah didekati, ternyata benda tersebut adalah sesosok mayat yang mengapung,” ujar Iptu Edy.

Melihat kejadian itu, kedua saksi berinisiatif mengevakuasi jasad korban secara mandiri. Mereka menggunakan tali yang diikatkan ke sampan untuk menarik tubuh korban ke tepi sungai.

“Korban kemudian dibawa ke arah bawah bekas jembatan apung di Dusun Tanah Merah. Setelah berhasil dievakuasi, saksi segera melaporkan kejadian tersebut kepada imam setempat dan perangkat desa,” tambahnya.

Penemuan mayat itu sontak menarik perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi. Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk proses identifikasi lanjutan serta penanganan jenazah. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved