Kamis, 23 April 2026

Berita Aceh Timur

Aceh Timur Segera Punya UPT BPOM, 80 Persen Sudah Disetujui Pemda

"Secara prinsip, sekitar 80 persen sudah kita setujui. Tinggal peninjauan teknis terkait lokasi yang representatif," ujarnya.

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/SERAMBINEWS.COM/ HO
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky saat menyambut tim BPOM , Sekretaris Utama BPOM Republik Indonesia, Irjen Pol. Jayadi, S.IK., M.H., di pendopo Idi Rayeuk, Rabu (22/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Aceh Timur berpeluang menjadi tuan rumah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) baru. 
  • Rencana ini semakin kuat setelah kunjungan Sekretaris Utama BPOM RI, Irjen Pol. Jayadi, ke Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, pada April 2026.
  • Al-Farlaky menyatakan bahwa sekitar 80 persen rencana sudah disetujui, tinggal peninjauan teknis lokasi.

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Kabar baik datang bagi pelaku usaha di wilayah Kabupaten Aceh Timur.

Aceh Timur berpeluang menjadi tuan rumah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang baru.

Perencanaan itu semakin kuat setelah Sekretaris Utama BPOM Republik Indonesia, Irjen Pol. Jayadi, S.IK., M.H., berkunjung langsung menemui Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky S.H.I., M.Si..

Al-Farlaky menyambut rencana tersebut dengan antusias. Ia mengatakan bahwa secara prinsip pihaknya sudah menyetujui sebagian sebagian besar rencana itu.

"Secara prinsip, sekitar 80 persen sudah kita setujui. Tinggal peninjauan teknis terkait lokasi yang representatif," ujarnya.

Jayadi menjelaskan, bahwa saat ini seluruh Provinsi Aceh hanya memiliki tiga UPT BPOM, yang tersebar di tiga wilayah, Banda Aceh, Aceh Tengah, dan Subulussalam.

Sementara jumlah Kabupaten dan Kota di Aceh mencapai 23 wilayah.

Kesenjangan inilah yang membuat layanan pengawasan belum bisa menjangkau seluruh daerah secara maksimal.

"Karena itu, kami ditugaskan membangun komunikasi dengan para bupati untuk pembentukan UPT baru guna mendekatkan layanan kepada masyarakat," katanya.

UPT BPOM yang direncanakan di Aceh Timur nantinya akan mencakup wilayah kerja tiga daerah sekaligus, Kabupaten Aceh Timur, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Tamiang. Lingkup pengawasannya meliputi obat, bahan obat, narkotika, psikotropika, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, hingga pangan olahan.

Selain memperkuat pengawasan, kehadiran UPT ini juga membawa angin segar bagi pelaku UMKM lokal.

Baca juga: Kader Desa Bueng Sidom Aceh Besar Dapat Pelatihan Keamanan Pangan dari BPOM

Dengan adanya layanan sertifikasi produk yang lebih dekat dan mudah diakses, produk-produk usaha kecil di wilayah timur Aceh diharapkan memiliki daya saing lebih tinggi dan kualitas yang semakin terjamin.

Tak hanya itu, UPT BPOM juga akan dilibatkan dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG)  program prioritas nasional melalui pengawasan dan pendampingan proses pengolahan, pengemasan, hingga distribusi makanan agar memenuhi standar keamanan.

Bupati Al-Farlaky menegaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan segera melakukan kajian teknis, termasuk penentuan lokasi gedung yang layak untuk operasional UPT.

Ia juga berharap kehadiran lembaga ini kelak membuka lapangan kerja bagi putra daerah, baik dalam tahap pembangunan maupun operasional ke depannya.

"Kami menyambut baik atas nama pemerintah daerah. Semoga ini menjadi langkah kolaboratif antara Pemda dan pemerintah pusat untuk mendukung program pembangunan nasional yang berdampak terhadap pembangunan daerah, baik dari sisi ekonomi maupun sosial," pungkasnya. (*)

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved