Rabu, 29 April 2026

Kekerasan Anak di Day Care

Kekerasan Terhadap Bayi di Day Care, 3 Pengasuh Dipecat, Termasuk yang Melihat

Terkait dengan kekerasan terhadap bayi, pihak tempat penitipan anak Babypreneur Day Care, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh telah mengambil...

|
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Eddy Fitriadi
Kompas.com
PENGANIAYAAN - Ilustrasi Penganiayaan. Kekerasan Terhadap Bayi di Day Care, 3 Pengasuh Dipecat, Termasuk yang Melihat. 

Ringkasan Berita:
  • Pihak Babypreneur Day Care memberhentikan tiga pengasuh, termasuk pelaku utama, terkait kasus kekerasan terhadap bayi.
  • Pemko Banda Aceh memastikan daycare tersebut akan ditutup dan pengawasan diperketat.
  • Kasus ini kini dalam penyelidikan kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Terkait dengan kekerasan terhadap bayi, pihak tempat penitipan anak Babypreneur Day Care, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh telah mengambil tindakan.

Pihak pengelola daycare telah mengambil langkah tegas dengan memberhentikan pengasuh yang diduga melakukan kekerasan, DS (24).

Tidak hanya itu, dua pengasuh lain yang berada di lokasi saat kejadian juga turut diberhentikan.

Pihak yayasan menilai dua pengasuh lainnya lalai dalam menjalankan kewajiban pengawasan.

Hal itu disampaikan oleh Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan (TKPP), Sulthan Muhammad Yus yang membacakan pernyataan Pemko Banda Aceh dalam konferensi pers, di Balai Kota Banda Aceh, tadi malam, Selasa (28/4/2026).

Diketahui, kasus kekerasan terhadap anak menggemparkan warga Banda Aceh setelah sebuah video yang memperlihatkan dugaan penganiayaan bayi di tempat penitipan anak beredar luas di media sosial, Selasa (27/4/2026). 

Peristiwa tersebut terjadi di di Babypreneur Day Care, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Dalam cepat video itu viral dan langsung memicu kecaman publik.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pengasuh tengah menyuapi makanan kepada seorang bayi perempuan berusia 18 bulan. 

Namun, di tengah aktivitas tersebut, pengasuh diduga melakukan tindakan kekerasan berupa menjewer telinga, menepis wajah, hingga membanting korban. 

Kejadian ini terungkap sudah dua kali, yakni pada tanggal 24 dan 27 April 2026.

Baca juga: Seorang Bayi 18 Bulan di Banda Aceh Alami Kekerasan oleh Pengasuh Day Care

Saat ini pihak kepolisan dari Polresta banda Aceh juga sudah turun melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah Mukhlis mengatakan, Pemko Banda Aceh sangat prihatin atas kejadian tersebut dan akan memastikan jika peristiwa itu akan jadi yang terakhir kalinya di Banda Aceh

“Day care yang bermasalah ini akan kita tutup dan kita juga akan meningkatkan pengawasan terhadap day care lainnya yang ada di banda aceh, agar sesuai dengan SOP,” ujar Afdhal.

 “Kita akan menindak tegas sampai tuntas, tidak ada hal yang kita tutupi. Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, karena berkaitan dengan pidana nanti akan backup oleh kepolisian,” ujar Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah Mukhlis di balai kota, tadi malam, Selasa (28/4/2026).(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved