Banjir Landa Aceh
Percepat Rehab Lahan Pertanian Pascabanjir Aceh, Dirjen LIP Apresiasi Peran TA Khalid
“Sosok TA Khalid lah yang selalu kontak-kontak terus situasi terkini, beliau pula yang update perkembangan real di lapangan sehingga Kementan RI...
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- LIP Kementan RI, Hermanto, memberikan apresiasi kepada Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid, atas perannya mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian serta perkebunan pascabanjir di Aceh.
- Hermanto menilai TA Khalid aktif memantau perkembangan lapangan dan intens berkomunikasi dengan pemerintah pusat sehingga program rehabilitasi berjalan lebih cepat.
- TA Khalid menekankan pentingnya skema swakelola dalam rehab-rekon, yang memungkinkan Cash For Work (padat karya tunai).
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementerian Pertanian RI, Hermanto, memberikan apresiasi kepada Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid, atas perannya dalam mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) lahan pertanian dan perkebunan pascabanjir di Aceh.
Apresiasi tersebut disampaikan Hermanto dalam rapat koordinasi percepatan pelaksanaan kegiatan prasarana dan sarana pertanian serta perkebunan tahun 2026 yang digelar di Aula Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Kamis (30/4/2026).
Dalam sambutannya, Hermanto menilai TA Khalid sebagai sosok yang aktif memantau perkembangan di lapangan dan terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat.
“Sosok TA Khalid lah yang selalu kontak-kontak terus situasi terkini, beliau pula yang update perkembangan real di lapangan sehingga Kementan RI terus berpacu selangkah lebih maju dalam proses rehabilitasi lahan pertanian paska banjir Aceh,” katanya.
Baca juga: Satgas IPDN Akhiri Tugas di Aceh Tamiang, Berikan Dampak Signifikan Pemulihan Pascabanjir Bandang
Skema Swakelola Rehab Rekons
Sementara itu, TA Khalid dalam sambutannya menegaskan pentingnya penggunaan skema swakelola dalam pelaksanaan rehab-rekon lahan pertanian.
Menurutnya, skema tersebut memungkinkan penerapan program Cash For Work atau padat karya tunai yang berdampak langsung terhadap pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
“Program Cash For Work di Aceh dalam proses rehab rekon paska banjir yang pertama sekali dilakukan adalah Kementerian Pertanian, saya dengan Pak Mentan turun pertama ketika di Aceh Utara,” tegas TA Khalid.
Diketahui, rapat koordinasi ini turut dihadiri sejumlah pejabat terkait, di antaranya Direktur Perlindungan dan Optimasi Lahan Ditjen LIP Kementan RI Dede Sulaiman, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Aceh Agus Susanto, Kepala BBRMP Aceh Firdaus, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia, serta para kepala dinas pertanian kabupaten/kota, kabid PSP, dan tim teknis pelaksana dari TNI.(*)
Apresiasi TA Khalid
TA Khalid Ketua Forbes Aceh
TA Khalid
Dirjen LIP
Serambinews.com
Serambinews
Lahan Pertanian
lahan pertanian rusak
Banda Aceh
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| CSM & Lembaga Donor Malaysia Bantu Huntap untuk Korban Banjir di Pidie Jaya, Disalurkan Lewat Kadin |
|
|---|
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
| Bantuan Rumah Rusak Tahap II Disalurkan di Aceh Tamiang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rapat-koordinasi-percepatan-pelaksanaan-kegiatan-prasarana-dan-sarana-pertanian.jpg)