Demo Buruh di Aceh Singkil
Sekda Aceh Singkil Ajak Buruh Peringati May Day dengan Bakti Sosial
Penjabat atau Pj Sekda Aceh Singkil, Edy Widodo, mengajak buruh peringati May Day atau hari buruh tidak dengan demonstrasi.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Pj Sekda Aceh Singkil, Edy Widodo, mengajak peringatan May Day ke depan tidak dengan demonstrasi, tetapi melalui kegiatan sosial agar lebih bermanfaat bagi masyarakat.
- Pemkab berjanji merespons tuntutan buruh, termasuk pembentukan LKS tripartit, dewan pengupahan, satgas PHK, dan peningkatan kinerja Disnaker.
- Buruh SPSI yang mayoritas pekerja sawit menyampaikan 7 tuntutan saat aksi di Kantor Bupati, menyoroti kesejahteraan dan lemahnya fungsi lembaga ketenagakerjaan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Penjabat atau Pj Sekda Aceh Singkil, Edy Widodo, mengajak buruh peringati May Day atau hari buruh tidak dengan demonstrasi.
Melainkan ke depan diubah dengan kegiatan bakti sosial agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat.
Hal itu disampaikan Edy Widodo saat memberikan tanggapan terhadap tuntutan buruh yang melakukan unjuk rasa di Kantor Bupati Aceh Singkil di Pulo Sarok, Singkil, Senin (4/5/2026).
"Ke depan berubah bentuk kegiatan, dengan melaksanakan kegiatan sosial agar lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kita," kata Edy Widodo.
Terkait tuntutan massa buruh, Edy Widodo berjanji merespon secepatnya. Terutama permintaan kantor lembaga kerja sama (LKS) tripartit.
Begitu juga dengan pembentukan dewan pengupahan, pembetukan satgas PHK dan anggaran peringatan hari buruh segera ditindak lanjuti.
Baca juga: Janji Kawal Tuntutan Buruh, Ketua DPRK Aceh Singkil: Pemerintah Daerah jangan Ngomong Aja
"Kami tidak bisa kerja sendiri, serikat buruh harus ikut," ujarnya.
Mengenai inovasi dinas tenaga kerja, Sekda instruksikan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Suwan segera membuat terobosan.
Salah satunya dengan melakukan pertemuan secara terjadwal dengan serikat buruh menyelesaikan masalah yang muncul.
Selain memberikan tanggapan, Sekda juga tandatangani tuntutan buruh sebagai bukti kesungguhan untuk tindak lanjut.
Massa buruh melakukan demonstrasi di Kantor Bupati Aceh Singkil, di Pulo Sarok, Singkil, Senin (4/5/2026).
Dalam orasinya buruh menyampaikan 7 tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil, yakni sebegai berikut:
Baca juga: VIDEO - Buruh Demo ke Kantor Bupati Aceh Singkil, Tuntut Dewan Pengupahan
1. Menghidupkan lembaga kerja sama (LKS) tripaprtit.
2. Membentuk dewan pengupahan dan upah minimim kabupapten (UMK).
3. Alokasikan dana May Day
4. Membentuk Satgas pemutusan hubungan kerja (PHK)
5. Pemerintah dan Kepolisiaan segera menerbitkan dasar hukum pembentukan sub direktorat khusus pidana ketenaga kerjaan di bawah fungsi reserse kriminal mulai dari Mabes Polri hingga Polres.
6. Pemerintah diminta alkokasikan dana melalui universitas untuk melakukan riset hukum pidana ketenagakerjaan.
7. Meminta Dinas Tenaga Kerja Aceh Singkil aktif dan inovasi terkait permasalahan tenaga kerjaan.
"Masalah kantor LKS tripartit tahun lalu katanya ada, begitu kami cek dipakai orang lain. 20 ribu buruh kena prank," kata orator unjuk rasa.
Tuntutan tersebut mendapat respon dari Penjabat (Pj) Sekda Aceh Singkil, Edy Widodo yang menemui massa buruh.
"Kami akan respon secepatnya," kata Edy Widodo.
Salah satunya terkait kantor LKS tripartit, Edy meminta Kepala Dinas Tenaga Kerja Aceh Singil, Suwan segera mencarinya.
Massa buruh melakukan unjuk rasa ke kantor Bupati Aceh Singkil, di Pulo Sarok, Singkil.
Mereka datang sekitar pukul 10.00 WIB menggunakan kendaraan sepeda motor dan mobil bak terbuka.
Buruh dalam aksinya juga melengkapi diri dengan kendaran yang membawa pengeras suara.
Perwakilan buruh menyatakan aksi tersebut dalam rangka memperingari May Day. Mereka tidak laksanakan pada 1 Mei lantaran kantor pemerintnah libur.
Sampai di kantor bupati, buruh diarahkan pihak kepolisian yang berjaga agar menyampaikan tuntutan secara tertib.
Setelah mendapat pengarahan rombongan buruh diarahkan masuk ke halaman kantor bupati untuk melakukan orasi.
"Kami sampaikan suara kami agar pemerintah bisa mendengarkan aspirasi. Kami sangat merindukan kesejahteraan," teriak buruh.
Perwakilan buruh tersebut tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).
Massa buruh mayoritas merupakan pekerja perusahaan perkebunan kelapa sawit. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/salam-kompak.jpg)