Selasa, 5 Mei 2026

Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Tutup Underpass Beurawe usai Kabel Pompa Air Dicuri, Ini Target Operasi Kembali

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banda Aceh, Ir Rulli Syahreza ST MT menyampaikan, Pemerintah Kota...

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
PUPR - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banda Aceh, Ir Rulli Syahreza ST MT. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kota Banda Aceh menutup sementara underpass Beurawe akibat genangan setelah kabel pompa dicuri.
  • Kepala PUPR Rulli Syahreza menyebut perbaikan ditargetkan selesai dan pompa kembali beroperasi pada 9 Mei 2026.
  • Pemko juga akan menempuh jalur hukum serta memasang CCTV dan penerangan untuk mencegah kejadian serupa.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banda Aceh, Ir Rulli Syahreza ST MT menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemko) telah mengambil langkah darurat usai meluapnya genangan akibat kabel pompa air underpass Beurawe dicuri.

Sementara, mencegah terjadinya kecelakaan di kawasan underpass akibat tergenang air tersebut, Pemko melalui dinas terkait menutup arus lalu lintas dari kedua sisi yakni, sisi pertama Beurawe - Kuta alam, sisi kedua Kuta Alam - Beurawe.

“Kita memasang bearing di kedua jalur, dan memasang rambu pengarahan untuk tidak melewati underpass sementara waktu,” jelas Rulli saat dikonfirmasi Serambi, Selasa (5/5/2026).

Ia merincikan, sejak hari pertama pencurian pada 2 Mei 2026 pukul 07.00 WIB pagi, pihaknya telah melakukan pengecekan kerusakan material yang dicuri pada 1 Mei malam, serta menghitung estimasi material untuk dilakukan pemesanan atau pembelian baru dari luar Aceh.

Perkiraan material kabel pengganti tiba di Banda Aceh pada 6-7 Mei 2026 mendatang, dan akan segera dilakukan instalasi kembali yang memakan waktu lebih kurang dua hari. “Kita harapkan pada 9 Mei bisa beroperasi kembali pompa underpass, kita berharap setelah instal listrik selesai tidak terjadi trouble pada pompanya sendiri,” ucap Rulli.

Baca juga: Underpass Beurawe Meluap Tak Bisa Dilalui usai Kabel Pompa Air Dicuri, Ini Respon Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh juga akan mengambil langkah hukum, melakukan koordinasi dengan pihak aparat penegak hukum (APH) terkait kasus pencurian dan perusakan fasilitas publik ini. Di sisi lain, pihaknya juga akan segera memasang fasilitas CCTV di beberapa sudut underpass, pemasangan lampu penerang di taman kota tersebut. Dan rencana pembuatan pos penjaga underpass,” pungkasnya.

Diketahui sejak tahun 2018 lalu, telah dilakukan serah terima dari Satker Jalan Nasional Wilayah II ke Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, untuk pengelolaan pompa submersible underpass, genset serta pembersihan kolam sumpit beserta pembayaran listrik.

Sementara Aksi pencurian yang menyasar kabel pada panel pompa submersible ini, menyebabkan empat unit pompa tidak dapat beroperasi, hingga mengakibatkan air meluap ke badan jalan underpass Beurawe.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved