Aceh Tamiang
Tanggul Marlempang di Aceh Tamiang Kritis, Warga Dihantui Banjir Susulan
Masyarakat hilir Aceh Tamiang dihantui ketakutan banjir susulan akibat kondisi tanggul di Kampung Marlempang...
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Warga hilir Aceh Tamiang khawatir banjir susulan akibat tanggul di Kampung Marlempang yang kini dalam kondisi kritis.
- Tanggul yang diperbaiki secara swadaya mulai rusak dan longsor, dengan kerusakan meluas hingga 100 meter akibat gerusan sungai.
- Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen sebelum musim hujan untuk mencegah dampak banjir lebih besar.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Masyarakat hilir Aceh Tamiang dihantui ketakutan banjir susulan akibat kondisi tanggul di Kampung Marlempang, Kecamatan Bendahara sudah kritis.
Ketakutan ini disampaikan warga mengingat tanggul tersebut dibangun hanya bersifat sementara setelah hancur dihantam banjir bandang akhir 2025.
Arif Pradana, tokoh pemuda di Marlempang mengatakan tanggul tersebut direhabilitasi secara swadaya pada Februari 2026. Material yang digunakan sebatas tanah yang diambil dari sekitar tanggul yang mengandung unsur pasir.
“Tanah di sini mengandung pasir, beberapa titik sudah ada yang longsor,” kata Arif, Selasa (5/5/2026).
Perbaikan yang dilakukan warga diakuinya harus dilakukan sebagai antisipasi luapan air Sungai masuk ke pemukiman. Awalnya mereka berharap perbaikan sederhana ini dilanjutkan pihak berwenang untuk menghasilkan kualitas yanag lebih baik.
“Harapan kami ada tindaklanjut, karena hari ini kerusakan terus melebar,” ungkapnya.
Baca juga: RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Terapkan Pergub JKA, Pasien Desil 8 Dikenakan Biaya Mandiri
Awalnya kerusakan tanggul ini hanya selebar lima meter. Namun karena gerusan air Sungai terus terjadi, panjang perbaikan sudah mencapai 100 meter.
Warga mengingatkan perbaikan serius harus segera dilakukan sebelum memasuki musim hujan. Warga sendiri beberapa pekan lalu sudah mencoba meningkatkan ketahanan tanggul dengan menanam 100 batang pohon di tebing tanggul.
“Kerja sama dengan Unsam, ada bambu, pinang, beringin, total ada 100 batang,” sebutnya.
Upaya ini tak lain untuk melindungi masyarakat dari ancaman banjir besar. Bila terjadi kerusakan, maka dampak banjir ini akan dirasakan ratusan keluarga dari dua kecamatan, Bendahara dan Bandamulia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tanggul-di-Marlempang-Aceh-Tamiang-kritis-dan-harus-segera-diperbaiki-tahun-2026.jpg)