Sabtu, 9 Mei 2026

Banda Aceh

Satpol PP-WH Banda Aceh Minta Seorang Pria Tinggalkan Underpass Beurawe, Ini Alasannya

Personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP WH) Kota Banda Aceh memperketat pengawasan di kawasan...

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO/DOK. SATPOL PP-WH BANDA ACEH
SATPOL PP - Personel Satpol PP-WH Kota Banda Aceh meminta seorang pria tinggalkan lokasi, perketat pengawasan di kawasan Underpass Gampong Beurawe, Kamis (7/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Satpol PP-WH Banda Aceh memperketat pengawasan di kawasan Underpass Beurawe menyusul maraknya pencurian kabel listrik yang menyebabkan mesin pompa air tidak berfungsi dan akses jalan tergenang. 
  • Petugas sempat menginterogasi seorang pria yang berada di kolong jembatan tanpa tujuan jelas lalu memintanya meninggalkan lokasi demi mencegah potensi gangguan keamanan. 
  • Kasatpol PP-WH Banda Aceh Muhammad Rizal menegaskan pengawasan kini dilakukan sepanjang hari sambil menunggu pemasangan CCTV.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP WH) Kota Banda Aceh memperketat pengawasan di kawasan Underpass Gampong Beurawe, Kamis (7/5/2026). 

Dalam patroli tersebut, petugas Regu 3 WH di bawah pimpinan Komandan Regu, Muhammad Muda SSos I sempat menginterogasi seorang pria yang kedapatan berada di kolong jembatan tersebut tanpa tujuan yang jelas. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas maraknya laporan pencurian kabel listrik yang terjadi di lokasi vital tersebut.

“Saat pengawasan dilakukan, tim menemukan satu orang pria dewasa di area kolong jembatan. Namun, ketika ditanya oleh petugas, pria tersebut tidak bisa menjelaskan apa keperluannya berada di sana,” ujar Muhammad Muda.

Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terutama potensi sabotase atau pencurian lanjutan, petugas langsung memerintahkan pria tersebut untuk meninggalkan lokasi.

Diketahui, dampak dari pencurian kabel tersebut berefek cukup luas. Pasalnya, kabel-kabel yang dicuri merupakan infrastruktur vital yang mengaliri listrik untuk mesin pompa air guna menyedot air di area underpass.

Akibat tidak berfungsinya mesin pompa tersebut, genangan air yang cukup tinggi pun muncul hingga mengakibatkan akses jalan lumpuh dan tidak bisa dilalui kendaraan sejak beberapa hari terakhir.

Baca juga: RSUD Sabang Imbau Warga Waspadai Gejala Campak dan Rubella

Secara terpisah, Kasatpol PP-WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal SSTP MSi menjelaskan, pihaknya kini telah meningkatkan intensitas pengamanan di sekitar Underpass Beurawe. Jika sebelumnya pengawasan rutin hanya difokuskan pada malam hari, kini petugas disiagakan sepanjang hari untuk memantau situasi di lapangan.

“Pengawasan di sekitar jembatan akan kita tingkatkan. Jika dulu rutin malam hari, maka kini kita intensifkan sepanjang hari. Ini terus kami lakukan sambil menunggu proses pemasangan CCTV di area tersebut,” tegas Rizal.

Pihak Satpol PP & WH juga mengimbau masyarakat untuk ikut serta menjaga fasilitas publik dan melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar underpass guna kenyamanan dan keselamatan bersama.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved