Berita Abdya
RSUD-TP Abdya Gelar In House PMKP, Direktur: Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien Jadi Prioritas
Kegiatan yang berlangsung pada 12–13 Mei 2026 itu, menghadirkan sejumlah dokter spesialis dan tenaga profesional internal rumah sakit
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Subur Dani
Ringkasan Berita:
- Direktur RSUD-TP Abdya, dr Ismail Muhammad SpB, menegaskan bahwa peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien menjadi prioritas utama rumah sakit.
- Ia menekankan bahwa keselamatan pasien harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar tuntutan administratif atau seremonial akreditasi.
- Kegiatan In House Training PMKP berlangsung pada 12–13 Mei 2026 di Aula dr. Syahminan RSUD-TP Abdya.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD-TP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dr Ismail Muhammad SpB menegaskan bahwa peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien menjadi prioritas rumah sakit setempat.
Baca juga: Viral Penilaian LCC Empat Pilar 2026 di Kalbar, MPR RI Minta Maaf dan Nonaktifkan Dewan Juri
Hal itu disampaikan Ismail Muhammad saat memberikan sambutan pada kegiatan In House Training Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), bertempat di Aula dr. Syahminan RSUD-TP Abdya, Selasa (12/5/2025).
Kegiatan yang berlangsung pada 12–13 Mei 2026 itu, menghadirkan sejumlah dokter spesialis dan tenaga profesional internal rumah sakit, sebagai pemateri dalam berbagai sesi strategis, terkait mutu layanan kesehatan modern.
Baca juga: VIDEO - Hindari Tabrakan, Bus Putra Pelangi Terjun ke Sawah di Bireuen
Direktur RSUD-TP Abdya, dr Ismail Muhammad SpB, mengatakan, peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien, bukan lagi sekedar tuntutan administratif rumah sakit, melainkan bagian penting dari tanggung jawab moral dan profesional tenaga kesehatan, kepada masyarakat.
Menurutnya, rumah sakit di era pelayanan kesehatan saat ini, dituntut tidak hanya mampu memberikan layanan medis yang cepat dan tepat, tetapi juga harus menjamin sistem pelayanan yang aman, terukur, akuntabel dan berorientasi pada perlindungan pasien.
“Keselamatan pasien harus menjadi budaya kerja, bukan hanya program seremonial atau dokumen akreditasi," kata Ismuha—panggilan akrab dr Ismail Muhammad.
"Karena itu, seluruh tenaga kesehatan harus memiliki pemahaman yang sama tentang mutu pelayanan dan mitigasi risiko, dalam setiap proses layanan,” tambahnya.
Baca juga: Pemkab Aceh Barat Siapkan Operasi Pasar Jelang Idul Adha Guna Stabilkan Harga
Ia menambahkan, penguatan PMKP menjadi salah satu fondasi penting, dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap rumah sakit daerah, terlebih di tengah meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan kesehatan pemerintah.
“Rumah sakit harus terus berbenah. Mutu pelayanan tidak bisa dibangun secara instan, tetapi melalui komitmen, disiplin sistem, evaluasi berkelanjutan, dan kemauan untuk terus belajar,” ujarnya.
Ismuha mengatakan, di tengah tantangan pelayanan kesehatan daerah yang semakin kompleks, penguatan mutu dan keselamatan pasien dinilai menjadi langkah penting agar rumah sakit pemerintah mampu tetap adaptif, profesional, dan dipercaya masyarakat.
“Keselamatan pasien adalah prioritas utama kami, mutu pelayanan adalah dedikasi kami, adalah semangat yang diusung dalam kegiatan ini," pungkas Ismuaha.
Baca juga: VIDEO - Hindari Tabrakan, Bus Putra Pelangi Terjun ke Sawah di Bireuen
Dalam pelatihan tersebut, dr Sufriati SpKJ, memaparkan materi mengenai Overview Standar PMKP, sementara dr Rismalisa Fitri SpA membahas Sosialisasi Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), indikator keselamatan pasien, budaya keselamatan, hingga sistem pelaporan dan pembelajaran keselamatan pasien (SP2KP).
Materi lainnya turut disampaikan dr Rifa Raihani SpA, terkait peningkatan mutu berbasis indikator rumah sakit dan unit pelayanan.
Sementara dr Ratia Yulianti, mengulas manajemen risiko dalam pelayanan kesehatan.
Selain itu, dr Ilma Hidayati membawakan materi terkait Develop Open Disclosure (DOD) dan Root Cause Analysis (RCA), yang menjadi bagian penting dalam evaluasi insiden pelayanan kesehatan secara transparan dan sistematis. Adapun sesi pelatihan pengumpulan serta validasi data dipandu Ns Minawati SKep. (*)
| Mantap! Perumdam Tirta Abdya Gunakan Anggaran Sendiri Buka Jaringan Pipa Baru di Manggeng |
|
|---|
| KUA Blangpidie Serahkan Mushaf Al-Quran dan Buku Iqra Wakaf Catin Kepada TPA Ta'lim Nurul Hidayah |
|
|---|
| Buka GPBLHS Adiwiyata, Plt Sekda Abdya Harap Sekolah Jadi Contoh Gerakan Peduli Lingkungan |
|
|---|
| Patut Ditiru, Pemkab Abdya Berikan Uang Saku Rp1 Juta untuk Setiap CJH |
|
|---|
| Pemerintah Abdya Peusijuek 93 JCH, Ke Tanah Suci 18 Mei, Tertua Usia 88 Tahun, Termuda 18 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rsud-abdya-2026.jpg)