Selasa, 12 Mei 2026

Berita Aceh Singkil

Malam Ini Ibukota Kabupaten Aceh Singkil Diguyur Hujan, Gelombang 1,2 Meter

Sementara gelombang 1,2 meter dalam kategori rendah. Nelayan dan warga yang melaut hati-hati.

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Dede Rosadi
Anak Laut: Suasana Danau Anak Laut di kawasan Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil, Selasa (12/5/2026). 

Ringkasan Berita:1. Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, diguyur hujan pada Selasa malam, 12 Mei 2026.
2. 10 kecamatan lainnya diprediksi berawan, termasuk Simpang Kanan, Gunung Meriah, Kota Baharu, Danau Paris, Suro Makmur, Singkohor, Singkil Utara, Pulau Banyak, Pulau Banyak Barat, dan Kuala Baru.
3. Suhu daratan: Rata-rata 24 °C dengan kelembapan 97–98 persen.
4. Gelombang laut: Setinggi 1,2 meter, kategori rendah.
5. Imbauan nelayan: Diminta berhati-hati, membawa pelampung, alat komunikasi, serta GPS.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, diguyur hujan, Selasa (12/5/2026) malam.

Sementara 10 kecamatan lain di Kabupaten Aceh Singkil, diprediksi berawan.

Masing-masing Kecamatan Simpang Kanan, Gunung Meriah, Kota Baharu, Danau Paris, Suro Makmur dan Kecamatan Singkohor.

Lalu Kecamatan Singkil Utara, Pulau Banyak, Pulau Banyak Barat, dan Kecamatan Kuala Baru.

Dikutip dari laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) suhu rata-rata Kabupaten Aceh Singkil 24 derajat Celcius (⁰C). 

Sedangkan kelembapan udara 97 sampai 98 persen. 

Sementara itu cuaca wilayah maritim atau perairan Aceh Singkil, berawan tebal. 

Suhu 29 ⁰C dan kelembapan relatif 78 persen. 

Angin berhembus dari Timur Laut dengan kecepatan 3 knot dan arus ke Barat Laut dengan kecepatan 1,08 knot. 

Baca juga: Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Sungai Mas-Aceh Barat

Gelombang Laut

Sementara gelombang 1,2 meter dalam kategori rendah. 

Nelayan dan warga yang melaut hati-hati. 

Pastikan selalu membawa perlengkapan keselamatan. 

Antara lain pelambung dan membawa alat komunikasi untuk menghubungi keluarga bila terjadi hal darurat.

Kemudian membawa global positioning system (GPS) untuk mengetahui posisi. 

Mengingat mengandalkan tanda-tanda alam, kadang terkendala terbatasnya jarak pandang.(*)

 


 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved