Abdya
Kankemenag Abdya Berikan Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta kepada Guru PAI
Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Aceh Barat Daya menggelar kegiatan Penguatan Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta...
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Kankemenag Abdya menggelar kegiatan Penguatan Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dirangkaikan dalam acara Halal Bihalal Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) kabupaten setempat.
- Kepala Kankemenag Abdya, Marwan, menyampaikan bahwa pendidikan saat ini tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk moral dan karakter peserta didik.
- Kurikulum Berbasis Cinta bukan untuk menggantikan kurikulum yang telah ada, melainkan menjadi penguatan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Aceh Barat Daya menggelar kegiatan Penguatan Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dirangkaikan dalam acara Halal Bihalal Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) kabupaten setempat.
Kegiatan itu dilaksanakan di aula Kankemenag Abdya, Rabu (13/5/2026).
Kepala Kankemenag Abdya, Marwan, menyampaikan bahwa pendidikan saat ini tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk moral dan karakter peserta didik.
Menurutnya, sinergi seluruh elemen pendidikan menjadi langkah penting dalam mengawal pembinaan karakter generasi muda di tengah tantangan moral yang terus berkembang.
“Guru hari ini bukan hanya bertugas mengajar, tetapi juga mengawal moral anak bangsa agar tumbuh dengan karakter, kepedulian sosial, dan nilai toleransi yang baik,” ujarnya.
Baca juga: Pelayanan di Disdukcapil Abdya Tetap Buka Saat Libur Nasional dan Cuti Bersama
Ia juga menegaskan bahwa penguatan Kurikulum Berbasis Cinta bukan untuk menggantikan kurikulum yang telah ada, melainkan menjadi penguatan dalam memperkuat nilai-nilai pendidikan karakter di lingkungan sekolah dan madrasah.
“Kurikulum berbasis cinta hadir sebagai penguatan dari kurikulum sebelumnya, agar pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga membentuk pribadi siswa yang berakhlak dan berempati,” ucapnya.
Marwan berharap, melalui kegiatan tersebut para guru PAI dapat menjadi garda terdepan dalam menghadirkan pendidikan yang humanis, inklusif, dan mampu menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada peserta didik.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kegiatan-penguatan-Kurikulum-Berbasis-Cinta-Kankemenag-Abdya-2026.jpg)