Berita Aceh Barat
Beut NU Warung Kopi Bahas Makna Kurban dan Penguatan Tradisi Keagamaan di Aceh Barat
Pengajian tersebut menjadi bagian dari upaya PCNU Aceh Barat merawat tradisi keagamaan sekaligus memperkuat dakwah keumatan di tengah masyarakat.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Beut NU Warung Kopi Bahas Makna Kurban dan Penguatan Tradisi Keagamaan di Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Aceh Barat kembali menggelar pengajian terbuka bertajuk “Beut NU Warong Kuphi” di satu warung kopi di Gampong Meureubo, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Jumat (22/5/2026) malam.
Kegiatan yang diikuti masyarakat setempat itu mengangkat tema “Ibadah Qurban Sarana Meningkatkan Ketakwaan dan Kepedulian Sosial”.
Pengajian tersebut menjadi bagian dari upaya PCNU Aceh Barat merawat tradisi keagamaan sekaligus memperkuat dakwah keumatan di tengah masyarakat.
Ketua panitia pelaksana, Faisal MPd, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk aparatur gampong dan anggota DPRA Fraksi PAN, Dr Fuadri M.Si.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung kegiatan Beut NU Warong Kopi ini sehingga dapat kembali terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Ketua PCNU Aceh Barat, Dr Khairul Azhar MA, mengatakan kegiatan pengajian terbuka tersebut diharapkan mampu menjaga dan merawat tradisi keagamaan masyarakat yang telah lama tumbuh di Aceh.
Menurutnya, Beut NU menjadi salah satu ruang dakwah untuk memperkuat pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di tengah masyarakat.
“Melalui Beut NU ini kita berharap tradisi keagamaan masyarakat tetap terawat. Kami juga mengajak masyarakat untuk bergabung menjadi kader NU agar nilai-nilai Aswaja terus terjaga,” kata Khairul Azhar.
Sementara itu, anggota DPRA, Dr Fuadri M.Si, menilai kegiatan yang dilakukan PCNU Aceh Barat memiliki dampak positif dalam pembinaan umat dan menjaga ukhuwah kebangsaan.
“Apa yang dilakukan PCNU sangat positif dalam pembinaan keummatan. Misi dakwah kader NU dalam menjaga ukhuwah wathaniyah harus terus dirawat dalam bingkai NKRI,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, Ketua MPU Aceh Barat, Tgk H Mahdi Kari Usman, menjelaskan sejumlah ketentuan penting dalam pelaksanaan ibadah kurban, mulai dari syarat hewan hingga waktu penyembelihan.
Ia mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kesehatan hewan kurban dan menghindari hal-hal yang dilarang dalam pelaksanaan ibadah tersebut.
“Kriteria hewan yang boleh dikurbankan, termasuk faktor kesehatan hewan, harus benar-benar diperhatikan. Begitu juga waktu pelaksanaan kurban dan hal-hal terlarang yang tidak boleh dilakukan,” jelasnya.
Kegiatan Beut NU Warong Kopi ditutup dengan diskusi keagamaan bersama masyarakat dan berlangsung dalam suasana hangat serta penuh kekeluargaan.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)
| Aceh Barat Jalin Kerja Sama dengan Kemenhub, Putra Daerah Dapat Kuota Khusus Sekolah Kedinasan |
|
|---|
| Angin Kencang Terjang Aceh Barat, Sejumlah Rumah Warga Rusak Tertimpa Pohon |
|
|---|
| Kawanan Gajah Liar Masuk Permukiman Warga di Lango Aceh Barat |
|
|---|
| CPO Turun ke Rp 15.217 Per Kg, Harga TBS Sawit di Aceh Barat Ikut Anjlok |
|
|---|
| CPO Turun ke Rp 15.217, Harga Beli TBS Sawit di Aceh Barat Turun Tipis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Beut-NU-Warung-Kopi-Bahas-Makna-Kurban-dan-Penguatan-Tradisi-Keagamaan-di-Aceh-Barat.jpg)