Berita Aceh Besar
Remaja Caleue Pidie Terseret Arus di Pantai Pulau Kapuk, Basarnas Gelar Operasi Pencarian
Seorang remaja bernama Razi Fahreza (13) asal Desa Dayah Caleu, Pidie, dilaporkan hilang setelah terseret arus saat mandi di Pantai Pulau Kapuk.
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Seorang remaja bernama Razi Fahreza (13) asal Desa Dayah Caleu, Pidie, dilaporkan hilang setelah terseret arus saat mandi di Pantai Pulau Kapuk.
- Tim Basarnas Banda Aceh bersama TNI AL, Polsek Lhoknga, Satgas SAR, dan masyarakat setempat langsung menggelar operasi pencarian dengan perahu karet, mobil rescue, serta perlengkapan SAR air.
- Hingga malam hari korban belum ditemukan, dan peristiwa ini kembali menegaskan bahaya arus laut di kawasan wisata pantai Aceh.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Peristiwa tragis di Pantai Pulau Kapuk, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar pada Minggu (31/5/2026) sore.
Seorang remaja bernama Razi Fahreza (13), warga Desa Dayah Caleu, Pidie, dilaporkan hilang setelah terseret arus saat mandi bersama keluarganya.
Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain menjelaskan, bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 15.55 WIB.
Korban diduga hilang dari pengawasan keluarga ketika arus laut mendadak menyeretnya ke tengah.
Laporan dari pengunjung pantai diterima Basarnas pada pukul 16.30 WIB, dan tim penyelamat segera bergerak menuju lokasi 15 menit kemudian.
Operasi pencarian melibatkan berbagai pihak, termasuk personel Basarnas Banda Aceh, Pos TNI AL Lhoknga, Polsek Lhoknga, Satgas SAR Banda Aceh, serta masyarakat setempat.
Baca juga: BPBD Abdya Terus Lakukan Pencarian Remaja Remaja Terseret Arus di Sungai Manggeng
Peralatan yang digunakan cukup lengkap, mulai dari mobil rescue double cabin, perahu karet LCR, hingga perlengkapan komunikasi, dan SAR air.
Meski upaya pencarian dilakukan intensif, hingga malam hari korban belum berhasil ditemukan.
Kasus ini kembali menegaskan bahwa kawasan wisata pantai di Aceh, khususnya Lhoknga, memiliki potensi bahaya arus laut yang kerap tak terduga.
Banyak wisatawan yang datang untuk menikmati panorama dan berenang, namun sering kali mengabaikan faktor keselamatan.
Minimnya pengawasan dan kurangnya rambu peringatan di beberapa titik rawan arus juga menjadi perhatian serius.
Tragedi yang menimpa Razi menjadi pengingat bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan edukasi keselamatan wisata pantai.
Baca juga: Remaja Hilang Terseret Arus, Tiga Rumah Tertimpa Longsor
Kehadiran lifeguard, pemasangan tanda peringatan arus berbahaya, serta sosialisasi kepada pengunjung sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang.
Selain itu, peran keluarga juga penting dalam menjaga anak-anak ketika beraktivitas di laut.
Pantai memang menawarkan hiburan dan keindahan, tetapi keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama.
Hingga kini, tim SAR masih terus melakukan pencarian dengan harapan korban segera ditemukan.(*)
remaja terseret arus
Remaja Terseret Arus di Lhoknga
Pantai Pulau Kapuk
Basarnas
Remaja Pidie
Aceh Besar
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Remaja Asal Sigli Terseret Arus di Pantai Pulau Kapuk Lhoknga |
|
|---|
| SaPA Sembelih 20 Ekor Domba Kurban dari Elmulk Service, Paket Daging Disalurkan ke Guru Aceh Besar |
|
|---|
| Hutan Lindung Terbakar di Aceh Besar, 1 Hektare Padang Ilalang Ludes Dilalap Api, Pemadaman 21 Menit |
|
|---|
| Maknai Idul Adha 1447 H, Gampong Tanjong Aceh Besar Sembelih 12 Ekor Sapi dan 15 Kambing |
|
|---|
| Satu Hektar Lahan di Kawasan Hutan Lindung di Lembah Seulawah Terbakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pencarian-emaja-pidie-di-Pantai-Pulau-Kapuk-2026.jpg)