Senin, 1 Juni 2026

Berita Aceh Tamiang

Krisis Sumber Pangan, Hewan Ternak di Aceh Tamiang Terancam Kelaparan

Sektor peternakan di Aceh Tamiang dihantui ancaman kelaparan setelah sumber pangan mengalami krisis akibat banjir bandang akhir tahun 2025

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
SAPI KURBAN – Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi ketika menyerahkan bantuan kurban dari Presiden RI kepada masyarakat. Dampak banjir bandang akhir 2025 menyebabkan krisis sumber pakan untuk hewan ternak 
Ringkasan Berita:Sektor peternakan di Aceh Tamiang mengalami krisis pakan akibat hamparan rumput tertimbun lumpur sisa banjir bandang November 2025.
 
Kondisi ini menyebabkan sapi dan kambing kekurangan pakan, menjadi kurus, serta sulit terjual sehingga merugikan peternak lokal.
 
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pusat dan provinsi untuk pengadaan pakan serta program penghijauan guna memulihkan sumber pakan ternak.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG -  Sektor peternakan di Aceh Tamiang dihantui ancaman kelaparan setelah sumber pangan mengalami krisis akibat banjir bandang akhir tahun 2025.

Plt Kadis Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Aceh Tamiang, Yusbar menyampaikan kondisi hewan ternak, seperti sapi dan kambing memprihatinkan karena kekurangan stok pakan.

“Rantai pasok pakan ternak kita rusak, hamparan rumput yang selama ini jadi sumber pakan masih tertimbun lumpur kering,” kata Yusbar, Senin (1/6/2026).

Baca juga: Harga Sawit di Aceh Tamiang Terjun Bebas, Turun Rp1.000 Lebih Per Kg, Petani Merana

Lumpur ini merupakan sisa material banjir bandang yang menghantam Aceh Tamiang pada November 2025.

Ketebalan lumpur sangat tinggi, sehingga menyebabkan rumput mati dan sulit untuk hidup kembali.

Kekurangan pakan ini sudah terlihat jelas dari fisik hewan ternak yang sudah dalam kondisi kurus. 

Kondisi ini merugikan peternak karena hewan ternak mereka tidak dilirik calon pembeli.

“Program meugang dan lebaran kurban kemarin banyak didatangkan dari Sumatera Utara, ini jelas kerugian bagi peternak kita,” kata Yusbar.

Baca juga: Pencairan Gaji 13, Taspen Sebut Mulai 2 Juni 2026, Cek Daftar ASN yang Tidak Menerimanya Tahun Ini

Yusbar memastikan sejauh ini Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi terus membangun komunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk menuntaskan persoalan ini.

Sasaran yang dituju berupa program penghijauan sumber pakan atau pengadaan pakan untuk puluhan ribu ekor sapi dan kambing di daerah ini. 

Diketahui kebutuhan pakan satu ekor ternak merupakan 10 persen dari bobot tubuhnya. (mad)

Baca juga: Operasi Berakhir, Nelayan Hilang di Aceh Tamiang tidak Ditemukan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved