Berita Aceh Tamiang
Krisis Sumber Pangan, Hewan Ternak di Aceh Tamiang Terancam Kelaparan
Sektor peternakan di Aceh Tamiang dihantui ancaman kelaparan setelah sumber pangan mengalami krisis akibat banjir bandang akhir tahun 2025
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Ringkasan Berita:Sektor peternakan di Aceh Tamiang mengalami krisis pakan akibat hamparan rumput tertimbun lumpur sisa banjir bandang November 2025.Kondisi ini menyebabkan sapi dan kambing kekurangan pakan, menjadi kurus, serta sulit terjual sehingga merugikan peternak lokal.Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pusat dan provinsi untuk pengadaan pakan serta program penghijauan guna memulihkan sumber pakan ternak.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Sektor peternakan di Aceh Tamiang dihantui ancaman kelaparan setelah sumber pangan mengalami krisis akibat banjir bandang akhir tahun 2025.
Plt Kadis Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Aceh Tamiang, Yusbar menyampaikan kondisi hewan ternak, seperti sapi dan kambing memprihatinkan karena kekurangan stok pakan.
“Rantai pasok pakan ternak kita rusak, hamparan rumput yang selama ini jadi sumber pakan masih tertimbun lumpur kering,” kata Yusbar, Senin (1/6/2026).
Baca juga: Harga Sawit di Aceh Tamiang Terjun Bebas, Turun Rp1.000 Lebih Per Kg, Petani Merana
Lumpur ini merupakan sisa material banjir bandang yang menghantam Aceh Tamiang pada November 2025.
Ketebalan lumpur sangat tinggi, sehingga menyebabkan rumput mati dan sulit untuk hidup kembali.
Kekurangan pakan ini sudah terlihat jelas dari fisik hewan ternak yang sudah dalam kondisi kurus.
Kondisi ini merugikan peternak karena hewan ternak mereka tidak dilirik calon pembeli.
“Program meugang dan lebaran kurban kemarin banyak didatangkan dari Sumatera Utara, ini jelas kerugian bagi peternak kita,” kata Yusbar.
Baca juga: Pencairan Gaji 13, Taspen Sebut Mulai 2 Juni 2026, Cek Daftar ASN yang Tidak Menerimanya Tahun Ini
Yusbar memastikan sejauh ini Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi terus membangun komunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk menuntaskan persoalan ini.
Sasaran yang dituju berupa program penghijauan sumber pakan atau pengadaan pakan untuk puluhan ribu ekor sapi dan kambing di daerah ini.
Diketahui kebutuhan pakan satu ekor ternak merupakan 10 persen dari bobot tubuhnya. (mad)
Baca juga: Operasi Berakhir, Nelayan Hilang di Aceh Tamiang tidak Ditemukan
| Harga Sawit di Aceh Tamiang Terjun Bebas, Turun Rp1.000 Lebih Per Kg, Petani Merana |
|
|---|
| Harga Sawit Aceh Tamiang Terjun Bebas Menjadi Rp2.120 Per Kilogram |
|
|---|
| Harga Ayam Potong Rp65 Ribu, Beras Premium 15 Kilogram Rp225 Ribu, Omzet Pedagang Menurun |
|
|---|
| Libur Panjang, Harga Cabai Caplak Naik Jadi Rp 48 Ribu |
|
|---|
| 2 Pelaku Pencurian Kabel di Kolong Jembatan Kota Kualasimpang Kesetrum Saat Beraksi, Begini Nasibnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bupati-Aceh-Tamiang-Armia-Pahmi-ketika-menyerahkan-bantuan-kurban-dari-Presiden-RI.jpg)