Selasa, 2 Juni 2026

Berita Gayo Lues

Setahun Lebih Terputus, Warga Desak Pemerintah Tangani Jalan Lintas Pining-Lokop

"Sudah lebih dari setahun jalan ini terputus dan sampai sekarang belum bisa dilalui kendaraan. Kami sangat berharap pemerintah, baik pusat,

Tayang:
Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/EDI SUTAMI
Kondisi Jalan yang menghubungkan Kabupaten Gayo Lues dengan Kabupaten Aceh Timur tersebut dilaporkan telah terputus selama lebih dari satu tahun akibat longsor dan amblasnya badan jalan di sejumlah titik, Senin (1/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Ruas Jalan Lintas Pining–Lokop yang menghubungkan Gayo Lues dengan Aceh Timur telah terputus lebih dari satu tahun akibat longsor dan amblas di sejumlah titik.
  • Akses transportasi tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga mobilitas warga terganggu dan berdampak pada ekonomi, pendidikan, serta layanan kesehatan.
  • Wrga Pining, menyampaikan masyarakat sangat berharap pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, maupun kabupaten segera mengambil langkah nyata memperbaiki jalan tersebut.
 
 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Edi Laber | Gayo Lues 

SERAMBINEWS.COM,BLANGKEJEREN - Harapan masyarakat di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, agar Jalan Lintas Pining-Lokop segera diperbaiki kembali menguat. 

Jalan yang menghubungkan Kabupaten Gayo Lues dengan Kabupaten Aceh Timur tersebut dilaporkan telah terputus selama lebih dari satu tahun akibat longsor dan amblasnya badan jalan di sejumlah titik.

Hingga kini, ruas jalan yang menjadi akses penting bagi masyarakat di kawasan pedalaman Aceh itu belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. 

Akibatnya, mobilitas warga terganggu dan berdampak pada berbagai aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.

Mahlul, warga Kecamatan Pining, mengatakan masyarakat hingga saat ini masih menunggu langkah konkret pemerintah untuk menangani kerusakan jalan tersebut. 

Menurutnya, kondisi jalan yang terputus dalam waktu yang cukup lama telah menimbulkan banyak kesulitan bagi warga.

"Sudah lebih dari setahun jalan ini terputus dan sampai sekarang belum bisa dilalui kendaraan. Kami sangat berharap pemerintah, baik pusat, Pemerintah Aceh maupun pemerintah kabupaten, segera mengambil langkah nyata agar akses ini kembali terbuka," kata Mahlul kepada Serambinews.com, Senin (1/6/2026).

Ia menjelaskan, Jalan Pining-Lokop merupakan jalur vital yang selama ini menjadi penghubung utama masyarakat pedalaman Gayo Lues dengan wilayah Aceh Timur. 

Selain memudahkan mobilitas warga, jalan tersebut juga menjadi sarana distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghasilan masyarakat.

Baca juga: Reruntuhan Longsor Tutupi Badan Jalan, Jalan Pining-Lokop Lumpuh Setahun

Menurut Mahlul, selama akses tersebut terputus, warga terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh dengan biaya perjalanan yang lebih mahal. 

Kondisi itu tidak hanya membebani masyarakat secara ekonomi, tetapi juga menyulitkan mereka yang membutuhkan akses cepat ke fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan.

Kerusakan jalan diketahui terjadi akibat longsor yang disertai amblasnya badan jalan pada beberapa titik. 

Kondisi geografis kawasan yang berbukit serta tingginya curah hujan disebut menjadi faktor yang memperparah kerusakan sehingga akses jalan tidak lagi dapat digunakan.

Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan penanganan darurat, tetapi menghadirkan solusi permanen agar kerusakan serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.

"Kami berharap ada penanganan yang benar-benar tuntas. Jalan ini sangat penting bagi masyarakat. Jika akses kembali normal, tentu akan sangat membantu pergerakan ekonomi dan aktivitas warga sehari-hari," ujar Mahlul.

Warga pun terus menyuarakan harapan agar pemerintah segera turun tangan mengingat jalan tersebut merupakan salah satu jalur strategis yang menghubungkan Kabupaten Gayo Lues dengan Kabupaten Aceh Timur. 

Mereka berharap perbaikan dapat segera direalisasikan sehingga akses transportasi masyarakat kembali normal setelah lebih dari setahun terputus.(*)

 

 
 

 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved