Berita Bireuen
Kementan Bangun 82 Air Pump di Bireuen
Melihat kondisi di lapangan, rata-rata satu unit air pump tidak mencapai 30 hektar dikarenakan hamparan yang luas. MULYADI
Ringkasan Berita:
- Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun sebanyak 82 unit sarana air pump di Bireuen
- Air pump merupakan salah satu perangkat mekanis yang berfungsi membantu ketersediaan air di sawah di Kabupaten Bireuen, yang saat ini terkendala belum berfungsinya jaringan irigasi
- Sejumlah irigasi di Bireuen perlu perbaikan dan normalisasi karena sebagian sudah dangkal, dan banyak saluran utama rusak.
Melihat kondisi di lapangan, rata-rata satu unit air pump tidak mencapai 30 hektar dikarenakan hamparan yang luas. MULYADI, Kepala Distabun Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Menggerakkan sektor pertanian sawah pascabanjir bandang akhir November 2025 lalu, Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun sebanyak 82 unit sarana air pump di Bireuen.
Air pump merupakan salah satu perangkat mekanis yang berfungsi membantu ketersediaan air di sawah di Kabupaten Bireuen, yang saat ini terkendala belum berfungsinya jaringan irigasi.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Bireuen, Mulyadi SE MM kepada Serambi, Senin (1/6/2026). Kementan, tambahnya, dalam rangka menjaga ketahanan dan ketersediaan pangan, melakukan inspeksi ke daerah melihat permasalahan dan jalan keluarnya, salah satu program di Bireuen dengan membangun air pump.
Sarana tersebut sedang dikerjakan para kelompok tani di masing-masing daerah. Sementara pekerja itu mendapat pengawasan dari tim pengawas Kementerian dan juga Distanbun.
Langkah yang dilakukan untuk musim tanam gadu tahun ini, kata Mulyadi, Kementan sedang membangun sebanyak 82 unit air pump. Pihaknya berharap selesai dikerjakan menjelang Juli 2026 mendatang.
Menurutnya, di mana ada sumber air langsung dipasang dan juga berdasarkan pemetaan yang dilakukan sebelumnya. Lokasi yang dibangun antara lain di Gandapura 12 unit, Kutablang 10 unit dan Makmur 10 unit, kemudian lainnya tersebar merata di berbagai kecamatan.
Dijelaskannya, sarana tersebut memompa air dengan kedalaman maksimal 60 meter, selebihnya tidak dibolehkan. Kapasitasnya pakai pompa dan bak air kemudian dialirkan ke sawah sawah diusahakan menjangkau sekitar 30 hektar per sumur bor.
“Melihat kondisi di lapangan, rata-rata satu unit air pump tidak mencapai 30 hektar dikarenakan hamparan yang luas. Saluran juga belum normal dan belum terkoneksi sehingga sulit tercapai 30 hektar, pihaknya tetap diusahakan, dimana apa yang diberikan pemerintah untuk sektor pertanian di Bireuen dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin musim gadu bisa ke sawah,” ujarnya.
Sawah terdampak banjir umumnya akan menggunakan air pump, mengairi sawah yang direhab tetap membutuhkan air irigasi. Mulyadi menambahkan, air pump tersebar di seluruh kecamatan sehingga petani diharapkan dapat menggarap sawah.
Dalam menggarap sawah, proses mengolah paling banyak membutuhkan air dan tetap andalan air irigasi. Semua kecamatan diutamakan, akan tetapi diprioritaskan sawah terdampak banjir termasuk tadah hujan dibantu sarana tersebut.(yus)
Irigasi Butuh Perbaikan
Sejumlah irigasi di Bireuen perlu perbaikan dan normalisasi karena sebagian sudah dangkal, dan banyak saluran utama rusak. Air irigasi belum bisa dialiri ke sawah sehingga petani belum dapat menggarap sawahnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Mulyadi SE MM mengatakan, Irigasi Pante Lhong dengan bendungan di Juli dalam proses perbaikan dan diharapkan segera selesai, sehingga air segera dapat dialiri ke sawah-sawah.
Kemudian, kondisi irigasi Nalan di Pandrah, Batee Iliek, dan Peudada juga perlu perbaikan segera. “Kita berharap irigasi Pante Lhong dapat segera rampung. Kemudian, irigasi lainnya di Bireuen juga butuh perbaikan segera termasuk saluran utama maupun saluran lainnya,” ujarnya.
Irigasi Pante Lhong diharapkan cepat selesai sehingga kawasan Peusangan Raya termasuk Jangka dan sebagian Kutablang dan Juli, termasuk Kuala dapat menggarap sawah. Apabila irigasi belum selesai, maka air tak bisa mengalir ke sawah.
“Kita berharap perbaikan irigasi bukan saja Pante Lhong, irigasi Pandrah, Nalan Batee Iliek, Peudada untuk dapat diperbaiki, karena petani butuh air utamanya mengola tanah,” ujarnya.(yus)
Kementan Bangun 82 Air Pump di Bireuen
Kementan RI
Pasca Banjir
Kerusakan Fasilitas Umum Pasca Banjir
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Pemkab Bireuen Peringati Hari Lahir Pancasila, Ini Pesan Kepala BPIP yang Dibacakan Bupati |
|
|---|
| Mahasiswa UNIKI Bireuen Sukses Raih Kemenangan pada Ajang Medan Fight Night 2026 |
|
|---|
| Ingat! Mobil dari Arah Banda Aceh Dilarang Melintasi Jembatan Kutablang, Truk & Ambulan Diizinkan |
|
|---|
| 11 Boat Ketek Beroperasi di Ulee Jalan Bireuen, Seberangkan Warga untuk Merayakan Idul Adha |
|
|---|
| UIA Bireuen Buka Pendaftaran PMB Semester Ganjil 2026, Korban Banjir Dapat Keringanan SPP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mulyadi-SE-MM-Kadistanbun-Bireuen_2026_.jpg)