Rabu, 3 Juni 2026

Cuaca Aceh Singkil

Lama Kemarau, Empat Kecamatan di Aceh Singkil Ini Diprediksi Hujan

Rinciannya Kecamatan Pulau Banyak, Gunung Meriah, Pulau Banyak Barat, Singkil Utara, Singkil, Kuala Baru dan Kecamatan Danau Paris.

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nur Nihayati
Tribunnews.com/Dede Rosadi
Bundaran Bank Aceh: Bundaran Bank Aceh, sebagai pintu masuk pusat perkantoran Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, di Pulo Sarok, Singkil, Sabtu (22/11/2025). Berikut informasi cuaca hari ini Rabu (3/6/2026). 

Rinciannya Kecamatan Pulau Banyak, Gunung Meriah, Pulau Banyak Barat, Singkil Utara, Singkil, Kuala Baru dan Kecamatan Danau Paris.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Empat kecamatan di dalam wilayah Kabupaten Aceh Singkil, diprediksi hujan ringan, Rabu (3/6/2026).

Setalah sekitar sebulan terakhir kemarau melanda seluruh wilayah Aceh Singkil.

Empat kecamatan yang diprediksi hujan, masing-masing Kecamatan Singkohor, Kota Baharu, Suro Makmur dan Kecamatan Simpang Kanan. 

Sedangkan tujuh kecamatan lain diprediksi berawan. 

Rinciannya Kecamatan Pulau Banyak, Gunung Meriah, Pulau Banyak Barat, Singkil Utara, Singkil, Kuala Baru dan Kecamatan Danau Paris.

Dikutip dari laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) suhu rata-rata Kabupaten Aceh Singkil 24 sampai 30 derajat celcius (⁰C). 

Sedangkan kelembapan udara 71 sampai 98 persen. 

Kondisi itu membuat cuaca terasa gerah. Untuk menguranginya jaga sirkulasi udara dalam ruangan.

Sementara cuaca wilayah maritim atau perairan Aceh Singkil, diprediksi berawan tebal.

Suhu 28 ⁰C dan kelembapan relatif 81 persen. 

Hati-hati melaut

Angin berhembus dari Barat Laut dengan kecepatan 4 knot dan arus ke Selatan dengan kecepatan 0,77 knot. 

Sementara gelombang dipredikai mencapai 1,3 meter. Ketinggian gelombang itu masuk dalam kategori sedang.

Hati-hati berlayar di laut. Pastikan selalu membawa perlengkapan keselamatan. 

Antara lain pelambung dan membawa alat komunikasi untuk menghubungi keluarga bila terjadi hal darurat.

Kemudian membawa global positioning system (GPS) untuk mengetahui posisi. 

Mengingat mengandalkan tanda-tanda alam, kadang terkendala terbatasnya jarak pandang.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved