Selasa, 9 Juni 2026

Objek Wisata

Objek Wisata Pantai Paku Porak-poranda, Ini Harapan Warga

Sebelum dilanda banjir, objek wisata Pantai Paku di Desa Pante Paku, Kecamatan Jangka, Bireuen, menjadi salah satu destinasi favorit warga

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
SEPI PNGUNJUNG - Objek wisata Pantai Paku di Kecamatan Jangka, Bireuen, tampak sepi pengunjung. Kawasan tersebut mengalami kerusakan parah setelah diterjang banjir dan abrasi pantai. SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS 
Ringkasan Berita:
  • Pohon-pohon di sepanjang pantai banyak yang tumbang, sementara sejumlah kios rusak akibat hantaman banjir.
  • Lebar bibir pantai yang sebelumnya mencapai sekitar 200 meter kini menyusut menjadi sekitar 100 meter.

 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebelum dilanda banjir, objek wisata Pantai Paku di Desa Pante Paku, Kecamatan Jangka, Bireuen, menjadi salah satu destinasi favorit warga dan wisatawan lokal. Lokasinya sekitar dua kilometer ke arah timur pusat Kecamatan Jangka.

Namun pascabanjir, kawasan wisata tersebut porak-poranda. Selain rusak diterjang banjir, abrasi pantai turut memperparah kondisi sehingga kawasan itu kini sepi pengunjung. Sejumlah kios rusak, sementara akses jalan menuju lokasi juga tergerus banjir.

Pantauan Serambinews.com, Minggu (7/6/2026), kawasan wisata tampak lengang. Hanya beberapa kios yang masih bertahan. Pohon-pohon di sepanjang pantai banyak yang tumbang, sementara sejumlah kios rusak akibat hantaman banjir. Lebar bibir pantai yang sebelumnya mencapai sekitar 200 meter kini menyusut menjadi sekitar 100 meter.

Baca juga: Anomali Pantai Paku Jangka, Dulu Destinasi Wisata Favorit, Kini Porak-poranda

Murhaban (51), warga Desa Pante Paku yang masih bertahan berjualan di kios sederhana di kawasan tersebut, mengatakan kerusakan parah terjadi pascabanjir, ditambah hantaman ombak laut yang terus menggerus pantai. Menurutnya, kawasan tambak dan areal persawahan di Pante Paku juga rusak dan hingga kini belum dapat difungsikan kembali.

“Dulunya ada belasan kios di objek wisata ini, sekarang tinggal lima kios yang masih bertahan. Pengunjung juga sangat jarang,” ujarnya.

Ia menambahkan, sumber mata pencaharian ratusan warga kini hilang. Warga berharap adanya intervensi pemerintah untuk menghidupkan kembali objek wisata tersebut, salah satunya dengan membangun kembali jalan yang tergerus banjir.

“Kami di sini serba susah. Pendapatan masyarakat pascabanjir sangat menurun. Sawah tidak ada air, tambak rusak dan belum diperbaiki. Nelayan pukat darat juga sudah tiga bulan tidak bisa melaut karena gelombang laut besar,” ungkapnya.

Secara umum, masyarakat berharap pemerintah turun langsung melihat kondisi warga Pante Paku serta memperbaiki berbagai infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang. Warga juga meminta langkah pencegahan terhadap kerusakan tepi pantai akibat gelombang pasang purnama yang terjadi setiap tahun.

Salah satu harapan utama, kata Murhaban, adalah pembangunan tanggul sepanjang sekitar satu kilometer, mulai dari kawasan objek wisata Pantai Jangka hingga Kuala Pawon, Kecamatan Jangka. Tanggul tersebut diharapkan dapat melindungi garis pantai, tambak, dan rumah warga dari ancaman gelombang pasang laut. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved