Berita Sabang
Daya Beli Ayam di Sabang Menurun Hingga 50 Ekor Per Hari
Daya beli ayam di Kota Sabang dilaporkan menurun sejak Idul Adha 1447 Hijriah hingga kini.
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Daya beli ayam di Sabang menurun sejak Idul Adha 1447 H, menyebabkan penjualan pedagang turun dari 80–100 ekor per hari menjadi hanya sekitar 50–60 ekor per hari.
- Pedagang menilai penurunan penjualan dipengaruhi melemahnya kondisi ekonomi masyarakat serta berkurangnya wisatawan, sehingga permintaan dari rumah makan ikut menurun.
- Harga ayam saat ini berkisar Rp65 ribu–Rp75 ribu. Pemerintah diharap mencari solusi soal keterbatasan tiket kapal agar kunjungan wisatawan ke Sabang kembali meningkat.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang
SERAMBINEWS.COM, SABANG - Daya beli ayam di Kota Sabang dilaporkan menurun sejak Idul Adha 1447 Hijriah hingga kini.
Kondisi ini membuat penjualan pedagang turun dibandingkan hari - hari normal sebelumnya.
Pedagang ayam, Husaini M. Nur, mengatakan sebelumnya ia mampu menjual sekitar 80 hingga 100 ekor ayam per hari. Namun saat ini, penjualan hanya berkisar 50 hingga 60 ekor per hari.
“Sekarang kadang-kadang 50 ekor, itu pun sudah susah kita jual,” ujarnya.
Ia menyebut penurunan daya beli mulai terasa dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi melemahnya kondisi ekonomi masyarakat.
“Daya belinya menurun. Mungkin karena ekonomi masyarakat juga,” katanya.
Baca juga: Polres Sabang Tempel Logo Layanan Darurat 110 pada Semua Kendaraan Dinas
Selain faktor ekonomi, ia menilai turunnya daya beli juga dipengaruhi berkurangnya arus wisatawan ke Sabang. Menurutnya, kondisi tersebut sangat berdampak pada permintaan ayam, terutama dari usaha rumah makan.
“Kalau tamu banyak, warung nasi juga butuh banyak ayam,” ujarnya.
Terkait harga, ayam di pasaran saat ini dijual berkisar antara Rp65 ribu hingga Rp75 ribu per ekor, tergantung ukuran.
Untuk ayam dengan berat sekitar 1,8 kilogram hingga 2,5 kilogram, harga berada pada kisaran tersebut.
“Yang Rp65 ribu sampai Rp75 ribu, tergantung besar kecilnya. Kalau Rp70 ribu itu sekitar 2 kilogram lebih sedikit, yang Rp75 ribu bisa sampai 2,5 kilogram,” jelasnya.
Husaini juga mengatakan pasokan ayam yang ia jual masih didatangkan dari Banda Aceh dan sejauh ini tidak mengalami kendala berarti.
Baca juga: Bot Pengangkut LPG untuk Sabang Tenggelam di Babah Kuala, Pasokan Gas Berpotensi Terganggu
Ia menambahkan, tidak ada pengaruh signifikan dari faktor eksternal seperti kenaikan dolar atau kondisi global.
Menurutnya, penurunan lebih dipengaruhi kondisi lokal, terutama aktivitas wisata serta keterbatasan akses transportasi ke Sabang.
| Bot Pengangkut LPG untuk Sabang Tenggelam di Babah Kuala, Pasokan Gas Berpotensi Terganggu |
|
|---|
| Hari Ini, BMKG Prediksi Cuaca Kondusif, Pelayaran Sabang - Banda Aceh Normal |
|
|---|
| Polres Sabang Tempel Logo Layanan Darurat 110 pada Semua Kendaraan Dinas |
|
|---|
| Orang Lama Kembali ke Prokopim, Shakhibul Diharapkan Perkuat Arus Informasi Pemko Sabang |
|
|---|
| Wali Kota Lantik 24 Pejabat Pemko Sabang, Ini Nama dan Posisi Mereka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ayam-sabang-08062026.jpg)