Rabu, 10 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Dihantam Gelombang, 1.200 Tabung LPG Hanyut di Perairan Lampulo-Banda Aceh

“Saat memasuki Babah Kuala sekitar pukul 20.30 WIB, boat dihantam gelombang besar berkali-kali hingga air masuk ke dalam kapal. Akhirnya boat...

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Tidak Ada
Sejumlah petugas berada di lokasi kapal pengangkut yang mengalami kerusakan parah setelah dihantam gelombang tinggi di kawasan perairan Lampulo, Banda Aceh. 
Ringkasan Berita:
  • Sebuah bot pengangkut kebutuhan ke Sabang tenggelam di kawasan Babah Kuala, Lampulo, Banda Aceh, Sabtu malam (6/6/2026) akibat dihantam gelombang tinggi.
  • Kapal membawa 1.525 tabung LPG kosong, sekitar 1.200 di antaranya hanyut terbawa arus.
  • Seluruh awak berhasil menyelamatkan diri meski upaya menguras air dengan pompa tidak berhasil.
  • Perusahaan mengerahkan 9 karyawan untuk mencari tabung sejak malam hingga dini hari, dibantu nelayan setempat.
  • Pertamina menyalurkan sekitar 1.200 tabung pengganti.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Sekitar 1.200 tabung LPG kosong hanyut setelah bot pengangkut yang melayani distribusi kebutuhan ke Sabang tenggelam akibat dihantam gelombang tinggi di kawasan Babah Kuala, Lampulo, Banda Aceh, Sabtu, (6/6/2026) malam.  

Seluruh awak kapal dilaporkan selamat dalam insiden tersebut.

Distributor Gas LPG PT Aneuk Meugah, Munazar Ismail, mengatakan bot sebelumnya berangkat dari Banda Aceh menuju Sabang membawa kebutuhan pokok. 

Dalam perjalanan kembali ke Banda Aceh, kapal mengangkut 1.525 tabung LPG kosong untuk dibawa ke daratan.

“Saat memasuki Babah Kuala sekitar pukul 20.30 WIB, boat dihantam gelombang besar berkali-kali hingga air masuk ke dalam kapal. Akhirnya boat tenggelam dan muatan tabung terbawa arus,” kata Munazar.

Ia menjelaskan, awak kapal sempat berupaya menyelamatkan kapal dengan menguras air menggunakan pompa dan mesin tambahan. 

Namun, derasnya gelombang membuat upaya tersebut tidak berhasil hingga kapal akhirnya karam.

“Dari 1.525 tabung yang diangkut, yang berhasil kami kumpulkan baru sekitar 300 tabung. Selebihnya masih hanyut dan sebagian ditemukan oleh nelayan,” ujarnya.

Baca juga: 11 Boat Ketek Beroperasi di Ulee Jalan Bireuen, Seberangkan Warga untuk Merayakan Idul Adha

Pihak perusahaan kemudian mengerahkan sembilan karyawan untuk melakukan pencarian dan pengumpulan tabung sesaat setelah menerima laporan kejadian. 

Proses evakuasi berlangsung sejak malam hingga dini hari.

Sejumlah nelayan di sekitar lokasi juga turut membantu mengamankan tabung-tabung yang hanyut, sehingga sebagian dapat diselamatkan dan dikembalikan kepada perusahaan.

Munazar memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menjaga kelancaran distribusi LPG ke Sabang. 

Sebagai langkah darurat, Pertamina disebut telah menyalurkan sekitar 1.200 tabung pengganti agar pasokan LPG di masyarakat tetap aman.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved