Selasa, 9 Juni 2026

Banda Aceh

450 Prajurit Yonif 117/Ksatria Yudha Kodam IM Siap Diberangkatkan ke Papua

Sebanyak 450 prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 117/Ksatria Yudha Kodam Iskandar Muda (IM) dinyatakan siap diberangkatkan untuk...

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
MENINJAU KESIAPAN PASUKAN – Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 117/Ksatria Yudha, Letkol Inf Jahrul Fahmi, beserta para perwira Yonif 117/KY menyambut kedatangan Pangdam IM Mayjen TNI Joko Hadi Susilo di Markas Komando Yonif 117/KY di Desa Cucum, Kecamatan Kota Jantho, Aceh Besar, Senin (8/6/2026). Dalam kunjungan itu Pangdam meninjau kesiapan pasukan gabungan jajaran Kodam IM sebelum diberangkatkan untuk  pengamanan perbatasan Papua. 
Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 450 prajurit Yonif 117/Ksatria Yudha Kodam Iskandar Muda dinyatakan siap bertugas menjaga perbatasan di Papua setelah menyelesaikan latihan pratugas selama lima pekan di Jantho, Aceh Besar.
  • Pangdam IM Mayjen TNI Joko Hadi Susilo menekankan pentingnya pendekatan humanis kepada masyarakat Papua, namun tetap tegas terhadap ancaman yang mengganggu keamanan negara.
  • Selain latihan tempur, para prajurit juga dibekali pembinaan teritorial.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebanyak 450 prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 117/Ksatria Yudha Kodam Iskandar Muda (IM) dinyatakan siap diberangkatkan untuk melaksanakan tugas pengamanan perbatasan di Papua, setelah menuntaskan latihan pratugas selama lima pekan di kawasan Jantho Kompleks, Kabupaten Aceh Besar.

Kesiapan pasukan tersebut ditinjau langsung Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, didampingi Danrindam IM Brigjen TNI Ali Imran, di Markas Komando Yonif 117/KY, di Desa Cucum, Kecamatan Kota Jantho, Aceh Besar, Senin (8/6/2026).

Dalam arahannya, Pangdam IM menekankan pentingnya pendekatan humanis selama menjalankan tugas di Papua, tanpa mengabaikan aspek pengamanan dan penegakan kedaulatan negara.

"Negara memanggil kalian untuk mengemban misi suci ini. Saya minta seluruh prajurit Sanggamara selalu mengutamakan pendekatan yang humanis kepada masyarakat Papua. Rebut hati rakyat, bantu kesulitan mereka, namun jangan pernah ragu untuk bertindak tegas dan terukur terhadap segala bentuk ancaman yang mengganggu kedamaian NKRI," ujar Joko.

Joko menjelaskan, bahwa latihan pratugas yang berlangsung selama lima minggu tersebut dirancang untuk mengasah kemampuan fisik, mental, serta penguasaan taktik operasi di wilayah perbatasan. Medan latihan di Jantho dipilih karena memiliki karakteristik yang dinilai mendekati kondisi geografis daerah penugasan.

Sementara itu, Komandan Yonif 117/Ksatria Yudha, Letkol Inf Jahrul Fahmi, mengatakan seluruh personel dan alutsista pendukung dalam kondisi siap operasional berdasarkan hasil evaluasi akhir latihan.

"Kami telah digembleng habis-habisan di medan Jantho yang menyerupai kondisi geografis di sana. Dengan berakhirnya latihan pratugas ini, Yonif 117/Ksatria Yudha menyatakan siap lahir dan batin untuk berangkat ke Papua. Kami membawa misi mulia untuk menjaga kedamaian, keutuhan, dan panji-panji ibu pertiwi," tegasnya.

Baca juga: Pangdam IM Kerahkan Alat Berat Bantuan Kasad untuk Pemulihan Bencana Aceh

Ia mengungkap, selain diajari materi tempur, latihan pratugas juga diisi kegiatan pembinaan teritorial (binter). Personel disebar di tujuh gampong di sekitar wilayah latihan untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.

“Kami melaksanakan anjangsana bersama geuchik (kepala desa), gotong royong membangun fasilitas MCK untuk balai pengajian di salah satu kampung, hingga melaksanakan ibadah Shalat Idul Adha bersama warga di gampung sekitar,” jelasnya.

Di sisi lain, tim kesehatan satgas juga menggelar pengobatan gratis secara door-to-door kepada warga. Sebagai penutup kedekatan dengan masyarakat, mereka menggelar tradisi kenduri kuah beulangong khas Aceh di empat titik lokasi.

Dengan rampungnya seluruh tahapan persiapan, Bumi Sanggamara siap melepas para Bhayangkari negara gabungan dari satuan Yonif 117/KY, Yonif 111/KB, Yonif 116/GS, Yonif TP, serta Balak jajaran Kodam IM menuju Papua demi menjaga stabilitas keamanan nasional di wilayah perbatasan Timur Indonesia.(*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved