Selasa, 9 Juni 2026

Banda Aceh

Harga Gas Naik, Pedagang di Banda Aceh Mengeluh, Sebagian Tak Berani Jual

Pedagang mengeluhkan harga gas elpiji 3 kg yang sudah mencapai Rp 35-38 ribu per tabungnya. Kenaikan ini dirasakan terutama...

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/Sara Masroni
GAS - Gas 3 Kg dijual di kedai-kedai kawasan Darussalam, Banda Aceh, Senin (8/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pedagang di Banda Aceh dan sekitarnya mengeluhkan kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram yang kini mencapai Rp 35-38 ribu per tabung dan masih bertahan tinggi usai Idul Adha.
  • Kenaikan harga disebut dipicu meningkatnya penggunaan gas subsidi oleh masyarakat mampu setelah harga elpiji nonsubsidi 5,5 kg dan 12 kg mengalami penyesuaian.
  • Meski harga gas melon melonjak, pengawas SPBU Jeulingke memastikan stok elpiji nonsubsidi di pangkalan masih aman dan tersedia untuk beberapa bulan ke depan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pedagang mengeluhkan harga gas elpiji 3 kg yang sudah mencapai Rp 35-38 ribu per tabungnya. Kenaikan ini dirasakan terutama sepekan menjelang Idul Adha lalu dan masih terus berlanjut hingga saat ini.

Salah seorang pedagang di kawasan Darussalam, Dina menyampaikan, kini terpaksa menjual Rp 37 per tabung karena harga dari pangkalan mengalami kenaikan secara signifikan. Menurutnya, kenaikan ini dipengaruhi naiknya harga gas 5,5 kg dan 12 kg nonsubsidi di pasaran.

“Naik karena orang kaya, sampai warung pun pakai gas melon (3 kg), karena yang nonsubsidi naik harga, orang semua pada beli melon (gas subsidi), makanya ikut naik,” ungkap Dina di Banda Aceh, Senin (8/6/2026).

Dikatakan, tingginya permintaan terhadap gas melon dipengaruhi oleh masyarakat yang sebenarnya mampu secara ekonomi, namun tetap mengambil elpiji subsidi. “Bahkan beberapa waktu lalu ada yang pakai Pajero, kirain mau beli gas 12 kg, ternyata ambil melon juga,” ungkapnya.

Baca juga: Dihantam Gelombang, 1.200 Tabung LPG Hanyut di Perairan Lampulo-Banda Aceh

Terpisah, pedagang di kawasan Blang Bintang, Fidiawati mengaku, tidak berani menjual gas melon karena harganya yang sudah menyentuh Rp 38-40 ribu per tabung. “Harga modal Rp 35 ribu, (tidak jual) karena banyak naiknya, sayang orang,” ucapnya.

Sementara gas jenis lainnya seperti 5,5 kg, dijual di pangkalan sebesar Rp 120-130 rb per tabung. Kemudian gas 12 kg berada di kisaran Rp 210-240 ribu per tabung.

Salah satu pengawas SPBU Jeulingke, M Yusuf A mengatakan, sejauh ini tidak terjadi kelangkaan stok untuk gas jenis nonsubsidi di pangkalannya. Meski demikian, terdapat penyesuain harga mengikuti pemerintah beberapa bulan lalu.

“Di sini ada stok, cukup biasa sampai 2-3 bulan. Ada 35-an tabung masih ada stok, sejauh ini aman,” pungkasnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved