Haba RSU Putri Bidadari
EEG pada Anak: Apa yang Orang Tua Perlu Ketahui?
Agar hasil EEG optimal, diperlukan persiapan khusus serta beberapa prosedur aktivasi selama pemeriksaan.....
Dr. dr. Jufitriani Ismy, M.Kes, M.Ked (Ped) Sp.A, Subsp.Neuro (K)
SERAMBINEWS.COM - Elektroensefalografi (EEG) adalah salah satu pemeriksaan elektrofisiologis untuk merekam aktivitas listrik otak.
Pemeriksaan ini merupakan bagian penting dalam evaluasi gangguan susunan saraf pusat pada anak. Aktivitas listrik otak direkam melalui elektroda yang ditempelkan pada kulit kepala.
Pemeriksaan biasanya berlangsung selama 30–45 menit. Gel atau pasta konduktif digunakan untuk membantu menangkap sinyal listrik dengan lebih baik. Hasil EEG berupa grafik pola gelombang otak yang membantu dokter mendiagnosis berbagai kondisi neurologis pada anak.
Kapan EEG Diperlukan? EEG dilakukan untuk beberapa indikasi, antara lain:
- Evaluasi kejang, untuk mencari fokus epilepsi atau menilai efektivitas terapi antikejang.
- Evaluasi tumor, kelainan serebrovaskular, dan penyakit neurodegeneratif.
- Menilai gangguan neurologis lain yang menyebabkan disfungsi otak.
- Evaluasi gangguan tidur.
- Membantu menentukan penyebab atau mekanisme koma, termasuk menilai kemungkinan koma irreversibel atau mati batang otak.
Baca juga: Pendiri RSU Bidadari Group HM Nur Abu Bakar Tutup Usia, Begini Perjalanan Hidupnya
Baca juga: RSU Putri Bidadari Aceh Hadirkan Layanan Lengkap, Warga Tak Perlu Berobat ke Luar Daerah
Persiapan Sebelum Pemeriksaan EEG
Agar hasil EEG optimal, diperlukan persiapan khusus serta beberapa prosedur aktivasi selama pemeriksaan, seperti buka-tutup mata saat sadar, tidur, hiperventilasi, dan stimulasi cahaya (fotik).
Orang tua dapat membantu mempersiapkan anak dengan cara berikut:
- Membersihkan rambut dan kulit kepala Rambut harus dicuci bersih, tidak berminyak, dan tidak menggunakan produk rambut agar elektroda dapat menempel dengan baik.
- Melakukan deprivasi tidur Anak diminta tidur 2–3 jam lebih lambat dari biasanya dan bangun 1–3 jam lebih awal. Anak juga diupayakan tidak tidur sebelum pemeriksaan agar rekaman tidur saat EEG dapat diperoleh dengan baik.
- Berkomunikasi dengan dokter atau tim medis Jelaskan karakter anak agar tim medis dapat membangun pendekatan yang nyaman dan menenangkan.
- Membawa benda favorit anak Mainan atau benda kesayangan dapat membantu mengurangi kecemasan selama pemeriksaan.
Memahami Hasil EEG
Perlu diketahui bahwa gangguan fungsi otak tidak selalu tampak pada hasil EEG.
EEG normal masih dapat ditemukan pada anak yang memiliki kelainan otak, dan sebaliknya EEG abnormal juga dapat ditemukan pada anak sehat.
Sekitar 15 persen populasi normal dapat memiliki hasil EEG abnormal ringan dan tidak khas, sedangkan sekitar 10 persen pasien epilepsi justru memiliki hasil EEG normal.
Karena aktivitas listrik otak sangat kompleks dan berbeda pada setiap anak, interpretasi EEG memerlukan keahlian khusus. Dokter spesialis saraf anak akan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis.
Apakah EEG Aman?
EEG merupakan pemeriksaan yang aman untuk anak karena:
- Tidak invasif (tanpa jarum atau sayatan)
- Tidak menimbulkan rasa sakit
- Tidak memiliki efek samping berbahaya
- Tidak memerlukan pemantauan khusus setelah pemeriksaan
- Dapat diulang bila diperlukan
Tips untuk Orang Tua
- Jelaskan kepada anak mengenai alat EEG sebelum pemeriksaan untuk mengurangi rasa takut.
- Bersabarlah selama proses pemeriksaan karena anak membutuhkan suasana tenang.
- Dampingi anak selama pemeriksaan agar merasa aman dan nyaman.
- Tanyakan kepada dokter jika ada hal yang belum dipahami mengenai hasil EEG.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter spesialis saraf anak apabila anak mengalami:
- Kejang berulang tanpa demam
- Gangguan tidur berat yang mencurigakan Perubahan perilaku mendadak atau keterlambatan perkembangan
- Cedera kepala yang disertai gejala neurologis
Kesimpulan
EEG merupakan alat diagnostik penting yang aman dan tidak menimbulkan rasa sakit untuk membantu mendeteksi gangguan otak pada anak.
RSU Putri Bidadari Aceh
Putri Bidadari Aceh
Rumah Sakit Putri Bidadari
EEG pada Anak
Berita Kesehatan
| Kabar Gembira! 70 Persen Kasus Epilepsi Bisa Diobati, Simak Penjelasan Spesialis Saraf |
|
|---|
| Kasus Campak di Aceh Menurun, Dinkes: KLB Masih Terjadi Akibat Rendahnya Imunisasi |
|
|---|
| Banyak tidak Tahu, Kopi Naikkan Tekanan Darah, Tapi tak Sebabkan Hipertensi |
|
|---|
| Ini Tips Puasa Sehat dan Bugar di Bulan Ramadhan ala Ketua IDI Aceh Timur |
|
|---|
| Teliti Dampak HIV AIDS di Aceh, Nurul Husna Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude di USU |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rs-putri-bidadari-090626.jpg)