Selasa, 9 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Ramai-ramai Bahas Gas dari Andaman, Mari Mengenal Blok-blok Migas di Lepas Pantai Aceh Ini

Penemuan cadangan gas signifikan ditemukan oleh Mubadala Energy di Blok South Andaman dan Harbour Energy di Blok Andaman II.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Amirullah
for serambinews
Kapal Seismik saat beroperasi di South Andaman, lepas pantai Aceh 

Ringkasan Berita:
  • Cekungan Andaman di lepas pantai Aceh diproyeksikan menjadi sumber gas alam terbesar di dunia.
  • Penemuan cadangan gas signifikan ditemukan oleh Mubadala Energy di Blok South Andaman dan Harbour Energy di Blok Andaman II.
  • Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi temuan ini sebagai langkah strategis menuju swasembada energi Indonesia pada 2028-2029.
  • Terdapat enam blok migas utama di kawasan tersebut dengan keterlibatan berbagai perusahaan energi internasional.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dalam beberapa hari terakhir, kawasan Cekungan Andaman menjadi perbincangan hangat berbagai pihak di Aceh.

Perhatian publik meningkat setelah Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyampaikan harapannya agar gas yang ditemukan oleh Mubadala Energy di Blok South Andaman, lepas pantai Aceh tersebut dapat diolah di kawasan Arun, sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian Aceh.

Lalu, berapa banyak lapangan migas di kawasan Andaman dan Potensinya?

Cekungan Andaman merupakan salah satu kawasan yang diproyeksikan menjadi sumber gas alam terbesar Indonesia aupun dunia pada masa mendatang.

Optimisme tersebut muncul setelah serangkaian penemuan cadangan gas dalam beberapa tahun terakhir yang menunjukkan besarnya potensi sumber daya migas di wilayah tersebut.

Cekungan Andaman tak hanya ada satu blok, tapi sangat banyak blok migas dan perusahaan yang terlibat di sana.

Secara geografis, Cekungan Andaman berada di lepas pantai Aceh, membentang di bagian utara Selat Malaka, mulai dari perairan Pidie/Pidie Jaya hingga Lhokseumawe/Aceh Utara.

Kawasan ini terdiri atas sejumlah wilayah kerja (WK) migas atau blok migas yang menjadi target eksplorasi berbagai perusahaan energi internasional.

Baca juga: Eksplorasi Blok Andaman Dinilai Berpotensi Ulangi Trauma Arun, ACPD Desak Bangun Sistem Islanding

Setidaknya terdapat enam blok migas utama di kawasan tersebut, yaitu Andaman I, Andaman II, Andaman III, Central Andaman, South Andaman, dan South West Andaman.

Blok yang paling dekat dengan daratan Aceh adalah Andaman III yang berada di lepas pantai Pidie Jaya. Blok ini sebelumnya sempat dikelola oleh Repsol, perusahaan asal Spanyol.

Sementara itu, blok yang letaknya paling jauh dari daratan Aceh adalah Andaman I yang berada mendekati wilayah perbatasan maritim Malaysia dan Thailand.

Dari enam blok tersebut, lima berada di bawah naungan SKK Migas, karena lokasinya berada di luar 12 mil laut.

Adapun Andaman III merupakan satu-satunya blok yang berada di bawah kewenangan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), karena terletak di dalam wilayah 12 mil laut dari garis pantai Aceh.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved