Berita Banda Aceh
USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh
Universitas Syiah Kuala mengukuhkan lima profesor baru dalam Sidang Terbuka Senat Akademik.
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Amirullah
Ringkasan Berita:
- Universitas Syiah Kuala mengukuhkan lima profesor baru dalam Sidang Terbuka Senat Akademik
- Rektor USK menekankan pentingnya kontribusi nyata para guru besar bagi masyarakat Aceh
- USK kini memiliki total 246 profesor yang terbagi dalam bidang sains dan sosial humaniora
- Para profesor baru membawa kepakaran di bidang hukum adat, tata kelola halal, hingga kesehatan
Laporan wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (USK) kembali memperkuat posisi akademisnya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dengan mengukuhkan lima profesor baru dalam Sidang Terbuka Senat Akademik di Gedung AAC Prof. Dr. Dayan Dawood, MA, Selasa (9/6/2026).
Kelima guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Sulaiman, S.H., M.H., Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Sri Walny Rahayu, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Teuku Muttaqin Mansur, M.H., dan Prof. Dr. Ners. Ardia Putra, S.Kep., MNS.
Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian jabatan akademik tertinggi tersebut. Saat ini, USK telah memiliki 246 profesor yang terdiri dari 179 profesor di bidang sains dan 67 profesor di bidang sosial humaniora. Rektor menegaskan bahwa kehadiran para guru besar ini adalah kekuatan akademik untuk menjawab tantangan pembangunan bangsa.
“Jabatan profesor bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab intelektual untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas. USK adalah milik masyarakat Aceh, dan setiap ilmu yang lahir dari kampus ini harus kembali menjadi solusi untuk memajukan daerah,” ujar Rektor.
Baca juga: Narkoba Jenis Happy Water dan Pod Getar Masuk Abdya, Pelaku Asal Aceh Utara Disikat Polisi
Kehadiran lima profesor baru ini membawa kontribusi keilmuan yang krusial. Prof. Dr. Sulaiman, S.H., M.H., fokus pada kajian hukum tanah adat, sementara Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum., menawarkan model kepemimpinan Islam dalam tata kelola pemerintahan yang berintegritas. Di sektor ekonomi dan hukum, Prof. Dr. Sri Walny Rahayu, S.H., M.Hum., menekankan pentingnya rekonstruksi tata kelola halal berbasis digital.
Di bidang hukum adat, Prof. Dr. Teuku Muttaqin Mansur, M.H., mencetak sejarah dengan kepakaran peradilan adat pertama di Indonesia yang lahir dari USK. Melengkapi barisan tersebut, Prof. Dr. Ners. Ardia Putra, S.Kep., MNS., memberikan kontribusi melalui inovasi sistem pelaporan digital untuk mencegah kekerasan terhadap tenaga kesehatan.
Rektor kembali menekankan bahwa peran para profesor harus melampaui ruang kelas. Ia mendorong agar kepakaran mereka segera diimplementasikan untuk kepentingan publik.
“Kami mendorong agar seluruh kepakaran yang dimiliki para profesor USK hari ini benar-benar mampu memberi dampak yang nyata bagi masyarakat. Gelar profesor harus menjadi sumber gagasan dan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung,” tegas Rektor.
Prof. Mirza menutup prosesi dengan pesan agar para profesor baru senantiasa menjaga kerendahan hati. Menurutnya, kemuliaan seorang akademisi sejati bukan terletak pada gelar yang disandang, melainkan pada seberapa besar kepedulian dan manfaat yang mampu diberikan bagi sesama.
Prosesi ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Senat Akademik, Majelis Wali Amanat, para Wakil Rektor, Dekan, serta tamu undangan lainnya.(*)
Baca juga: Kabar Gembira, TVRI Gratiskan Nobar Piala Dunia 2026 Khusus Warkop di Aceh
Berita Banda Aceh
Profesor
Profesor USK
USK Kembali Kukuhkan Profesor
gelar profesor
Profesor Baru
Profesor dari USK
Serambi Indonesia
| Ramai-ramai Bahas Gas dari Andaman, Mari Mengenal Blok-blok Migas di Lepas Pantai Aceh Ini |
|
|---|
| 52 Tahun Warga Eks Blang Lancang Menanti Kepastian, Sekda Dorong Skema Kompensasi untuk 542 KK |
|
|---|
| Dikirim Lewat Jasa Pengiriman, Bea Cukai Banda Aceh Amankan 356 Ribu Batang Rokok Ilegal |
|
|---|
| Puluhan Dapur MBG di Aceh Tutup |
|
|---|
| 2.640 Cama Ikut UM-PTKIN, Pendaftar di UIN Ar-Raniry Terbanyak di Sumatera |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pengukuhan-lima-profesor-baru-Universitas-Syiah-Kuala-9-6.jpg)