Selasa, 9 Juni 2026

Migas

Mengenal Mubadala Energy, Perusahaan Migas Abu Dhabi yang Beroperasi di Andaman Lepas Pantai Aceh

Mubadala Energy merupakan perusahaan energi asal Uni Emirat Arab (UEA) yang sepenuhnya dimiliki Pemerintah Abu Dhabi. Perusahaan ini dapat

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Ansari Hasyim
Dok Humas
Kapal yang digunakan oleh Mubadala Energy untuk pegeboran eksplorasi Migas di perairan Aceh, MInggu (24/3/2024). 
Ringkasan Berita:
  • Di industri minyak dan gas (migas) global, Mubadala Energy tergolong relatif muda bila dibandingkan dengan perusahaan besar seperti Pertamina, Petronas, Chevron, ExxonMobil, maupun TotalEnergies. Perusahaan ini didirikan pada 2012 dengan nama Mubadala Petroleum.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Mubadala Energy merupakan perusahaan energi asal Uni Emirat Arab (UEA) yang sepenuhnya dimiliki Pemerintah Abu Dhabi.

Perusahaan ini dapat disamakan dengan badan usaha milik daerah (BUMD) pada tingkat emirat Abu Dhabi.

UEA sendiri terdiri atas tujuh emirat, yakni Abu Dhabi sebagai ibu kota dan emirat terbesar; Dubai yang dikenal sebagai pusat bisnis dan pariwisata internasional; Sharjah sebagai pusat budaya dan pendidikan; Ajman yang merupakan emirat terkecil; Fujairah di pesisir Teluk Oman; Ras Al Khaimah dengan bentang alam pegunungan Hajar; serta Umm Al Quwain yang dikenal lebih tenang dibandingkan emirat lainnya.

Di industri minyak dan gas (migas) global, Mubadala Energy tergolong relatif muda bila dibandingkan dengan perusahaan besar seperti Pertamina, Petronas, Chevron, ExxonMobil, maupun TotalEnergies. Perusahaan ini didirikan pada 2012 dengan nama Mubadala Petroleum.

Seiring perkembangan bisnis, perusahaan memperluas portofolio usahanya tidak hanya di sektor minyak dan gas, tetapi juga energi rendah karbon serta energi masa depan. Pada 2022, nama perusahaan resmi berubah menjadi Mubadala Energy.

Baca juga: Ramai-ramai Bahas Gas dari Andaman, Mari Mengenal Blok-blok Migas di Lepas Pantai Aceh Ini

Saat ini, Mubadala Energy beroperasi di 11 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Mesir, Oman, Pakistan, Rusia, Israel, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat. Produksi perusahaan mencapai sekitar 370 ribu barel setara minyak per hari.

Di kawasan Asia Tenggara, khususnya Malaysia, Mubadala Energy telah lebih awal menancapkan eksistensinya. Perusahaan ini menjadi operator sejumlah wilayah kerja migas dan bermitra dengan Petronas serta perusahaan energi lainnya.

Sementara di kawasan Andaman, lepas pantai Aceh, Mubadala Energy berperan sebagai operator di tiga wilayah kerja (WK), yakni Andaman I, South Andaman, dan Southwest Andaman.

Selain itu, perusahaan juga menjadi mitra atau pemegang hak partisipasi di WK Andaman II dan Central Andaman.

Penemuan gas skala besar di South Andaman semakin mengukuhkan posisi Mubadala Energy sebagai salah satu pemain penting di industri migas internasional.

Bagi Indonesia, khususnya Aceh, temuan tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan industri gas alam yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

Selain di Andaman, Mubadala Energy juga memiliki aset migas lain di Indonesia, yakni Blok Sebuku yang berada di kawasan Selat Makassar. (*)

Lapangan migas milik Mubadala Energy di Sarawak, Malaysia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved