Selasa, 9 Juni 2026

Berita Lhokseumawe

19 Mahasiswa Unimal Perdalam IoT dan AI Bersama Akademisi Internasional di Kazakhstan

Sebanyak 19 mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) mengikuti program Summer School yang diselenggarakan Kazakhstan

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
UNIMAL - Sebanyak 19 mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) mengikuti program Summer School yang diselenggarakan oleh Kazakh National Agrarian Research University (KazNARU) di Almaty, Kazakhstan dari 1 -14 Juni 2026. 

Ringkasan Berita:19 mahasiswaUnimal mengikuti program Summer School di Kazakhstan pada 1–14 Juni 2026 untuk memperluas wawasan akademik dan jejaring internasional.
 
Mereka mendapat materi tentang Internet of Things (IoT), Big Data, dan Artificial Intelligence (AI) dari akademisi internasional
 
Para peserta menilai ilmu yang diperoleh bermanfaat untuk mendukung pembangunan infrastruktur cerdas, pengelolaan lingkungan, dan pengembangan kawasan yang berkelanjutan.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Sebanyak 19 mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) mengikuti program Summer School yang diselenggarakan oleh Kazakh National Agrarian Research University (KazNARU) di Almaty, Kazakhstan dari 1 -14 Juni 2026.

Program internasional tersebut menjadi ajang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan akademik, memperkuat jejaring global, serta memperkaya pengalaman belajar lintas budaya bersama peserta dari berbagai negara.

Delegasi Unimal terdiri atas 10 mahasiswa Fakultas Teknik, enam mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), serta satu mahasiswa Fakultas Hukum (FH).

Dari Fakultas Teknik, dua mahasiswa yang turut berpartisipasi adalah Muhammad Faqqy Mahdi Alrasyid dari Program Studi Teknik Sipil dan Nurin Qasrina dari Program Studi Arsitektur.

Keduanya mengikuti berbagai kegiatan akademik dan diskusi ilmiah yang menghadirkan sejumlah pakar internasional dari berbagai bidang ilmu.

Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta menghadirkan Prof. Dr. Jörg Huwyler, Head of the Division of Pharmaceutical Technology, Department of Pharmaceutical Sciences, University of Basel, Swiss.

Dalam kuliah bertajuk “Implementation of an IoT Platform: More than an Educational Tool?”, Prof. Huwyler memaparkan perkembangan teknologi Internet of Things (IoT), Big Data, dan Artificial Intelligence (AI) serta pemanfaatannya dalam dunia pendidikan, penelitian, dan pengambilan keputusan berbasis data.

Dalam paparannya, Prof Huwyler menjelaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan dan sistem pemodelan modern sangat bergantung pada ketersediaan data dalam jumlah besar yang diperoleh melalui sensor, aktuator, serta perangkat komunikasi yang saling terhubung dalam suatu sistem digital.

Baca juga: Dua Mahasiswa FISIP Unimal Ikuti International Summer School 2026 di Kazakhstan

Ia juga memperkenalkan tahapan pembangunan platform IoT, mulai dari perancangan model dan alur kerja, pengumpulan data secara otomatis, penyimpanan data berbasis cloud.

Kemudian, pengolahan data menggunakan perangkat lunak statistik, hingga penerapan teknologi machine learning dan neural network untuk menghasilkan visualisasi data yang mampu mendukung proses pengambilan keputusan secara lebih efektif.

Selain membahas aspek teknis, Prof. Huwyler menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi berbasis open-sourcedalam pengembangan proyek pendidikan dan penelitian yang lebih efisien, inklusif, dan berkelanjutan.

Menurutnya, penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak yang mudah diakses dapat membuka peluang inovasi yang lebih luas bagi mahasiswa dan peneliti di berbagai negara, termasuk negara berkembang.

Bagi Muhammad Faqqy Mahdi Alrasyid dan Nurin Qasrina, materi yang disampaikan memberikan perspektif baru mengenai peran teknologi digital dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

Sebagai mahasiswa Teknik Sipil dan Arsitektur, keduanya menilai konsep IoT, Big Data, dan AI memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam pembangunan infrastruktur cerdas, pemantauan kondisi lingkungan secara real time, pengelolaan sumber daya yang lebih efisien, hingga perancangan bangunan dan kawasan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern.

Baca juga: USK Kembali Kukuhkan Lima Profesor Baru, Ini Bidang Kepakaran Mereka

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved