Rabu, 10 Juni 2026

Delapan Warga Aceh Tengah Digigit Anjing, Dinas Peternakan Aceh Gerak Cepat

Tim dari Dinas Peternakan Aceh dijadwalkan turun langsung ke lokasi pada Rabu hari ini untuk melakukan investigasi dan penanganan lapangan.

Tayang:
Editor: Yocerizal
for serambinews
GIGITAN ANJING DI ACEH TENGAH - Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh Safridhal, bergerak cepat menurunkan tim ke lapangan menyusul kasus kejadian gigitan anjing terduga terinfeksi rabies yang dialami delapan warga Aceh Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • 8 warga di Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah, terluka akibat serangan anjing yang diduga terinfeksi rabies, sehingga Dinas Peternakan Aceh langsung turun ke lokasi.
  • Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh Safridhal, menyatakan tim bergerak cepat melakukan penelusuran kasus dan langkah pengendalian.
  • Kasus di Aceh Tengah menambah daftar kejadian gigitan anjing terduga rabies di Aceh sepanjang 2026, setelah sebelumnya tujuh warga di Kabupaten Bireuen juga menjadi korban serangan serupa.

 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dinas Peternakan Aceh bergerak cepat merespons kasus serangan anjing yang diduga terinfeksi rabies terhadap delapan warga di Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah. 

Tim dari Dinas Peternakan Aceh dijadwalkan turun langsung ke lokasi pada Rabu (10/6/2026) hari ini untuk melakukan investigasi dan penanganan lapangan.

Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh Safridhal, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Tengah serta menyiapkan langkah-langkah penanganan guna mencegah meluasnya penyebaran penyakit.

"Kami langsung merespons laporan yang masuk," kata Safridhal kepada Serambi, Selasa (9/6/2026).

"Tim turun ke lokasi untuk melakukan penelusuran kasus, pengambilan sampel jika diperlukan, serta memperkuat langkah-langkah pengendalian di lapangan," tambahnya.

Menurut laporan yang diterima, delapan warga di Kecamatan Silih Nara mengalami luka akibat gigitan seekor anjing yang diduga terjangkit rabies. 

Korban berasal dari beberapa kampung dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat.

Baca juga: Anjing Liar ‘Teror’ Tiga Desa, Delapan Warga Luka-Luka Digigit

Baca juga: Enam Bulan Pascabencana, Mendagri Sebut Banyak Persoalan di Aceh Belum Tuntas

Imbauan untuk Masyarakat

Safridhal mengimbau masyarakat yang mengalami gigitan hewan penular rabies, seperti anjing, kucing, atau kera, agar segera mencuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit.

Kemudian segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap hewan yang menunjukkan gejala agresif, sering menggigit tanpa provokasi, mengeluarkan air liur berlebihan, atau mengalami perubahan perilaku yang tidak biasa.

Kasus di Aceh Tengah ini menambah daftar kejadian gigitan hewan penular rabies yang terjadi di Aceh sepanjang 2026. 

Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Bireuen yang menyebabkan tujuh warga mengalami luka gigitan anjing terduga rabies.

Berulangnya kasus gigitan anjing dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian serius pemerintah daerah. 

Selain membahayakan keselamatan masyarakat, kejadian tersebut juga berpotensi meningkatkan risiko penyebaran rabies apabila tidak ditangani secara cepat dan terkoordinasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved