Berita Aceh Barat
Warga Aceh Barat Hadiri Beut NU Warong Kopi di Kaway XVI, Lem Faisal Bahas Penguatan Ukhuwah Umat
konsep kajian keagamaan melalui warung kopi merupakan sebuah inovasi dakwah yang efektif dan dekat dengan masyarakat.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Warga Aceh Barat Hadiri Beut NU Warong Kopi di Kaway XVI, Lem Faisal Bahas Penguatan Ukhuwah Umat
SERAMBINEWS.COM, ACEH BARAT – Kegiatan Beut NU Warong Kopi Edisi ke-13 kembali digelar di Warung Pojok, Gampong Keude Aron, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, Jumat (12/6/2026) malam.
Kegiatan yang menjadi ruang diskusi dan pengajian keagamaan tersebut menghadirkan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Tgk H Faisal Ali, sebagai pemateri utama.
Pada edisi kali ini, Beut NU Warong Kopi mengangkat tema “Muharram Memperkuat Ukhuwah, Meningkatkan Khidmat, Meneguhkan Ahlussunnah Wal Jamaah”, sejalan dengan semangat menyambut Tahun Baru Islam 1448 H.
Ketua Panitia Pelaksana, Sudirman, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah gampong, aparatur desa, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelaksanaan Beut NU kali ini mendapat sambutan yang lebih luas dari masyarakat. Selain diikuti kalangan orang tua dan pemuda, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh kaum ibu yang turut menyimak tausiah hingga selesai.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan sukses,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Aceh Barat, Khairul Azhar, mengatakan kegiatan Beut NU merupakan salah satu upaya merawat tradisi keagamaan yang telah tumbuh di tengah masyarakat Aceh.
Ia berharap generasi muda dapat lebih aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan keagamaan semacam itu sehingga nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) dapat terus dijaga dan diwariskan.
“Melalui Beut NU, kita berharap tradisi keagamaan yang hidup di tengah masyarakat tetap terpelihara. Kami juga mengajak para pemuda dan pemudi untuk ikut berpartisipasi agar nilai-nilai Aswaja terus terawat bersama umat,” katanya.
Dalam tausiahnya, Ketua PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali, menilai konsep kajian keagamaan melalui warung kopi merupakan sebuah inovasi dakwah yang efektif dan dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, Beut NU Warong Kopi tidak hanya menjadi wadah penyampaian ilmu agama, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial dan membangun kebersamaan antarwarga.
“Kajian keagamaan melalui Beut Warong Kopi merupakan sebuah inovasi. Banyak manfaat yang diperoleh, mulai dari memperkuat ukhuwah Islamiyah, saling berbagi pengalaman, mempererat silaturahmi, hingga membangun kedekatan antara pengurus NU dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan dakwah yang membumi dan berlangsung di ruang-ruang publik seperti warung kopi dinilai mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat serta memperkuat semangat kebersamaan dalam kehidupan beragama.
Kegiatan Beut NU Warong Kopi sendiri telah menjadi agenda rutin yang digelar oleh jajaran Nahdlatul Ulama di Aceh Barat sebagai bagian dari penguatan pemahaman keagamaan, pelestarian tradisi Aswaja, serta upaya mempererat hubungan antara ulama dan masyarakat.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)
| Pemkab Aceh Barat Cabut Izin PT MPM dalam Pengelolaan Pelabuhan Jetty Meulaboh |
|
|---|
| Sedia Payung, Malam Ini Meulaboh Diprediksi Diguyur Hujan Ringan |
|
|---|
| BKPSDM Aceh Barat Pastikan Surat Edaran Terkait Mutasi Kepala Sekolah Hoaks |
|
|---|
| Sekda Lantik 263 Tuha Peut Gampong di Aceh Barat |
|
|---|
| Suasana Haru di Pelepasan Pelajar MTs Harapan Bangsa, Dua Siswa yang Tenggelam Diwakili Orang Tua |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kegiatan-Beut-NU-Warong-Kopi-Edisi-ke-13-pada-Jumat-1262026.jpg)