Berita Langsa
Sempat Gerimis Paginya, Kini Cuaca di Kota Langsa Berawan, Edisi 13 Juni 2026
Meski sempat diguyur hujan ringan atau gerimis pada pagi hari sebelum jam anak masuk sekolah, memasuki siang hari cuaca di Langsa terpantau berawan
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Kota Langsa
SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA - Meski sempat diguyur hujan ringan atau gerimis pada pagi hari sebelum jam anak masuk sekolah, memasuki siang hari cuaca di Kota Langsa terpantau berawan, Sabtu (13/6/2026).
Sementara itu, prakiraan BMKG merilis suhu udara hari ini berkisar antara 30–31 derajat Celsius, dan 5 kecamatan di daerah ini diprediksi akan mengalami hujan ringan.
Sedangkan tingkat kelembapan udara terendah berkisar 64 persen hingga kelembapan tertinggi mencapai 98 persen.
Selama beberapa hari terakhir, wilayah Kota Langsa maupun sekitarnya terus diguyur hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi. Bahkan sesekali hujan juga disertai angin kencang dan petir. Namun, kondisi ini belum berdampak pada terjadinya banjir atau kerusakan rumah warga.
Genangan air hanya terlihat di sebagian titik jalan umum yang selama ini memang menjadi langganan luapan air saat hujan. Di antaranya seperti Jalan Syiah Kuala persimpangan Lorong Petua Bayeun, Jalan TM Zein di sekitar Simpang Ampera, serta sejumlah titik jalan umum lainnya.
Di sisi lain, pembaruan (update) aplikasi cuaca di Android menyebutkan bahwa suhu udara hari ini di Langsa bisa mencapai 32 derajat Celsius. Meski dalam aplikasi tersebut tidak disebutkan adanya prediksi hujan, kondisi di lapangan memperlihatkan cuaca Langsa saat ini berawan dan tetap memiliki potensi hujan.
Seperti diketahui, instansi pemerintah terkait telah memberikan peringatan bahwa potensi cuaca ekstrem ini masih akan terus terjadi selama beberapa hari ke depan.
Baca juga: 4 Fakta Demo Mahasiswa di Jakarta, Sempat Memanas hingga Penyusup Bom Molotov Ditangkap
Pemerintah Kota (Pemko) Langsa melalui Dinas Lingkungan Hidup juga mengimbau warga agar memperhatikan kondisi saluran air di sekitar mereka dan gotong-royong membersihkannya. Langkah ini penting dilakukan supaya tidak terjadi penyumbatan yang bisa memicu luapan air dikala hujan turun dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Pascabanjir akhir tahun 2025 lalu, hampir semua saluran drainase—baik di sekitar jalan umum maupun permukiman warga—memang mengalami pendangkalan akibat tumpukan lumpur.
Bila kondisi ini terus dibiarkan, Kota Langsa memiliki potensi yang cukup tinggi untuk kembali dilanda banjir, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur selama 30 menit hingga 1 jam atau lebih. Hal itu disebabkan karena air tidak akan mampu ditampung oleh saluran drainase yang telah tersumbat atau mengalami pendangkalan.
(*)
| ADAPI IAIN Langsa Minta Harmonisasi Aturan Bagi Dosen PPPK di Lingkungan PTKIN Sesuai Kepmen |
|
|---|
| Langsa Masih Diselimuti Awan, Berikut Prediksi Cuaca Pada 11 Juni 2026 |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik, Warga Langsa Beralih ke Pertalite, Lonjakan Antrean di SPBU Belum Padat |
|
|---|
| Semen Sulit Didapat di Kota Langsa, Warga dan Rekanan Hentikan Pekerjaan |
|
|---|
| Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Pemko Langsa Gelar Pasar Murah 4 Hari, Catat Lokasinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pemandangan-langit-dari-Jalan-Sudirman-Pusat-Kota-Langsa-sebagian-besar-terlihat-masih-berawan.jpg)