Berita Banda Aceh

Ulama dan Tokoh Serukan Aceh Damai

Menyikapi gelombang demonstrasi yang berujung anarkis di sejumlah kota di Indonesia, para ulama dan tokoh Aceh menyerukan menjaga perdamaian

Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE KORAN SERAMBI INDONESIA EDISI SENIN 20250901 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Menyikapi gelombang demonstrasi yang berujung anarkis di sejumlah kota di Indonesia, para ulama dan tokoh Aceh menyerukan pentingnya menjaga perdamaian dan ketertiban di Tanah Rencong. Mereka menegaskan bahwa aksi bakar-membakar dan penjarahan tidak sesuai dengan nilai-nilai Syariat Islam yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Aceh.

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. H. Faisal Ali atau Abu Sibreh, juga mengimbau para pejabat dan tokoh politik di Aceh agar menjaga tutur kata serta tidak mempertontonkan kesombongan di tengah masyarakat. Seruan ini disampaikan seusai pertemuan dengan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dan jajaran Forkopimda Aceh pada Sabtu (30/8/2025) malam.

“Dalam kesusahan hidup, jangan ada pejabat dan tokoh politik berlaku sombong dan angkuh. Hiduplah secara sederhana dan bantu masyarakat dalam kesulitan,” ujar Abu Sibreh.

Pertemuan tersebut membahas berbagai isu aktual di Aceh, termasuk situasi di ibu kota dan daerah lain yang terdampak aksi unjuk rasa. Abu Sibreh juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga suasana kondusif yang selama ini telah terpelihara. “Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh untuk selalu mengedepankan kedamaian,” tambahnya.

Menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Abu Sibreh berharap momentum ini membawa keberkahan bagi Aceh. “Mari sama-sama pada malam Senin dan hari Senin mendatang kita sambut hari lahir Nabi Besar Muhammad SAW dengan mengumandangkan shalawat di Masjid, Meunasah, sekolah, dan di mana pun,” ajaknya.

Tidak Sesuai Syariat

Pimpinan Dayah Ummul Ayman Samalanga, Tgk. H. Nuzuzzahri atau Waled Nu Samalanga, turut menyuarakan penolakan terhadap aksi demonstrasi yang tidak sesuai dengan Syariat Islam. Ia menegaskan bahwa aspirasi harus disampaikan secara santun dan bijak kepada pemerintah.

“Aceh telah dipayungi Syariat Islam, makanya jangan berbuat yang melanggar Syariat Islam. Iklim damai yang memayungi Aceh, tentunya harus kita jaga secara bersama-sama,” tegas Waled Nu saat berpidato pada Haul ke-9 Forum Majelis Ta'lim Sirul Mubtadin Kabupaten Pidie di halaman Pidie Convention Center (PCC), Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, Minggu (31/8/2025).

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Pusat Sirul Mubtadin Aceh, Waled Razali Seunudon; Pimpinan Dayah Munawwarah Ulee Glee, Tgk. H. Anwar Usman SPdI MM atau Abiya Kuta Krueng; dan Ketua MPU Aceh Utara, Tgk. H. Abdul Manan atau Abu Blang Jruen. Tausiah disampaikan oleh da’i kondang Aceh, Tgk. Wahed atau Abi Tualang Cut, dan kegiatan dirangkaikan dengan zikir yang dipimpin Syekh Khalili Jeunib.

Waled Nu mengingatkan agar mahasiswa Aceh tidak terprovokasi oleh aksi demonstrasi yang terjadi di luar daerah. “Apalagi membakar dan menjarah harta milik orang lain,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Majelis Ta'lim Sirul Muhtadin Pidie, Tgk. Afiddin, menekankan pentingnya menyampaikan aspirasi secara bijak. “Mudah-mudahan kita mampu menjaga kedamaian Indonesia, khususnya Aceh,” katanya.

Menurut Tgk. Afiddin, tindakan anarkis hanya akan menimbulkan mudarat dan kerugian, terutama di Aceh yang telah menerapkan Syariat Islam. Ia mengajak masyarakat untuk kembali kepada nilai-nilai Al-Quran dan Sunnah, sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.

“Semoga Allah SWT menjauhkan kita dari perbuatan tidak baik. Haul ke-9 Forum Majelis Ta'lim Sirul Mubtadin Pidie menjadi momentum untuk mendoakan negeri ini agar aman, damai, dan sentosa. Mudah-mudahan Aceh menjadi negeri Baldatun Thayyibatun Wa Rabbul Ghafur,” pungkasnya.(ra/naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved