Aceh Tamiang
Hardikda, SMA di Aceh Tamiang Dilarang Buat Kegiatan
Bahtiar menegaskan imbauan ini berlaku untuk seluruh SMA/SMK di Aceh Tamiang. Dia meminta seluruh tenaga didik ikut...
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tamiang melarang sekolah membuat kegiatan dalam menyambut Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) yang jatuh pada 2 September.
“Tidak ada kegiatan, selepas upacara kembali belajar normal,” kata Kepala Cabdin Pendidikan Aceh Tamiang, Bahtiar, Selasa (2/9/2025).
Bahtiar menegaskan imbauan ini berlaku untuk seluruh SMA/SMK di Aceh Tamiang. Dia meminta seluruh tenaga didik ikut merasakan kerprihatinan atas kondisi bangsa.
“Hindari kegiatan yang bisa memicu kecemburuan sosial, anak-anak harus tetap belajar,” sambungnya.
Pengawasan ketat ini juga diberlakukan terhadap perwakilan pelajar SMA yang ikut upacara Hardikda di kantor Bupati Aceh Tamiang. Sangat dikhawatirkan keberadaan pelajar di luar lingkungan sekolah disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu. Diketahui ada 100 pelajar SMA yang menampilkan drama kolosal pada Hardikda 2025.
Dalam kesempatan itu, Bahtiar juga menjelaskan kalau seluruh sekolah tingkat SMA/SMK di Aceh Tamiang melantunkan selawat dan doa bersama untuk mengakhiri krisis politik yang terjadi hampir di seluruh negeri. Lantunan selawat dan doa bersama ini dimulai sejak upacara bendera yang dilangsungkan pada Senin (1/9/2025) kemarin.
“Dalam montentum Hari Pendidikan Daerah, kami juga mengarahkan agar anak-anak melantunkan selawat dan doa,” ujarnya.
Bahtiar mengatakan selawat dan doa bersama ini merupakan arahan Dinas Pendidikan Aceh. Menariknya, lantunan selawat ini juga diikuti oleh murid Sekolah Luar Biasa (SLB). Berdasarkan laporan dari seluruh sekolah dalam bentuk video, para murid terlihat khusyuk melantunkan selawat.
Adapun alasan melantunkan selawat secara massal ini sebagai intenalisasi (penghayatan) akhlak Rasulullah dalam prilaku civitas pendidikan. Tidak dipungkiri kalau lantunan selawat ini berkaitan erat dengan krisis politik dalam negeri.
“Setelah selawat dilanjutkan doa bersama, kami mengajak anak-anak untuk mendoakan negeri ini damai,” ungkap Bahtiar.
Dalam kesempatan itu Bahtiar juga menyampaikan agar sekolah tidak melakukan kegiatan apapun pada Hari Pendidikan Daerah. Sekolah dimintanya fokus meningkatkan mutu pendidikan untuk menciptakan generasi berdaya saing tinggi.
Arahan ini sesui dengan program yang dicanangka Pemerintah Aceh yang sedang berupaya menyiapkan generasi muda cerdas secara intelektual, berkarakter kuat, berakhlak mulia, serta memiliki semangat cinta tanah air.
Program yang sedang dijalankan ini mencakup pembentukan karakter, pengembangan kreativitas, serta penumbuhan daya inovasi generasi muda agar mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global.
Disampaikan kalau dalam beberaa hari terakhir Aceh telah menunjukkan kemajuan yang membanggakan di bidang pendidikan. Tingkat partisipasi sekolah semakin meningkat, kualitas hasil belajar terus membaik, dan berbagai prestasi membanggakan telah diraih, baik dalam bidang sains, seni, maupun olah raga. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pelajar-tingkat-SMASMK-di-Aceh-Tamiang-melantunkan-salawat-dan-doa-bersama.jpg)