Selasa, 12 Mei 2026

Penyekapan Warga Aceh Tamiang

Warga Aceh Tamiang Disekap di Myanmar, Armia Pahmi Langsung Telepon Dua Petinggi Kepolisian

Keseriusan ini ditunjukkan Armia dengan menelepon dua petinggi kepolisian di hadapan Ervinda Sari. Dua petinggi itu...

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Eddy Fitriadi
Dok Humas
ARMIA PAHMI - Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (P) Armia Pahmi sudah menghubungi dua petinggi kepolisian untuk membantu pemulangan Habi Naufal Pradana. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (P) Armia Pahmi memastikan membantu memulangkan Habi Naufal Pradana (27) yang sedang dalam penyekapan di Myanmar.

Kepastian ini disampaikan Armia Pahmi ketika menerima kedatangan ibu korban, Wan Ervinda Sari di kantornya, Selasa (2/9/2025).

“Kami tidak tinggal diam. Ini menyangkut nyawa warga Aceh Tamiang. Semua jalur, baik diplomasi maupun koordinasi dengan kementerian terkait, sudah kami tempuh untuk memastikan Habi bisa dibebaskan,” tegas mantan Wakapolda Aceh ini.

Keseriusan ini ditunjukkan Armia dengan menelepon dua petinggi kepolisian di hadapan Ervinda Sari. Dua petinggi itu merupakan Inspektur Jenderal Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI, Komjen Pol I Ketut Suardana, serta Atase Kepolisian KBRI di Bangkok, Thailand, Kombes Pol Dedy.

Dijelaskannya koordinasi ini sangat diperlukan untuk merumuskan langkah diplomatik dan jalur hukum demi memastikan keselamatan dan pembebasan korban.

“Kami berkomitmen mengupayakan pemulangan korban dengan selamat, serta memperkuat pengawasan agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang,” tutup Bupati Armia.

Dijelaskannya dalam pengurusan  ini Pemerintah Aceh Tamiang berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat, aparat keamanan, dan doa serta dukungan masyarakat agar proses pembebasan dapat berjalan cepat.

“Kita upayakan jalur diplomatik resmi,” ucapnya.

Korban merupakan Habi Naufal Pradana (27) warga Kampung Tupah, Karangbaru, Aceh Tamiang. Ia awalnya dijanjikan pekerjaan dengan gaji besar di Thailand, namun justru dibawa ke Myanmar oleh sindikat.

Dalam pesan terakhir kepada keluarganya, Habi mengirim informasi lokasi yang berada di wilayah Mong Pan, Tachileik, Myanmar. Ia juga mengirimkan video yang menunjukkan dirinya dipaksa bekerja dengan tangan terborgol, tidak diberi makan selama berhari-hari, hingga akhirnya putus kontak selama lebih dari 50 hari.

“Tolong anak saya pak,” kata ibu korban, Wan Ervinda Sari ketika menemui Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Armia Pahmi, Selasa (2/9/2025).

Baca juga: Warga Tamiang Menjadi Korban Penyekapan di Myanmar, Keluarga Sudah Kirim Uang Puluhan Juta Rupiah

Sari sengaja menemui bupati karena dia mengaku sudah kehabisan akal untuk memulangkan anaknya. Ia mengaku sudah berusaha memenuhi permintaan tebusan dari pelaku, bahkan sempat mengirim uang puluhan juta rupiah. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil dan komunikasi dengan Habi terputus.

Kasus penyekapan warga Aceh Tamiang ini memperpanjang daftar korban WNI akibat sindikat TPPO di Myanmar. Sebelumnya, pada Mei 2023, sebanyak 20 WNI berhasil dipulangkan setelah difasilitasi KBRI Bangkok dan Atase Kejaksaan. Bahkan pada Maret 2025, operasi senyap juga menyelamatkan seorang warga Sumut yang dijebak tawaran kerja palsu.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved