Minggu, 3 Mei 2026

Berita Bireuen

Delapan Santri Wakili Bireuen MQK Tingkat Nasional, Ini Namanya

M Irfan Halim cabang lomba akhlak  tingkat Ulya,Naivasya Milhan (Akhlak-Ulya), Muhammad Basyir (Fiqh, Ushul Fiqh –Ulya),  T Muhammad Hafizh

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Bireuen, Anwar SAg MAP 

M Irfan Halim cabang lomba akhlak  tingkat Ulya,Naivasya Milhan (Akhlak-Ulya), Muhammad Basyir (Fiqh, Ushul Fiqh –Ulya),  T Muhammad Hafizh (Nahwu-Ulya)

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak delapan santri dari Bireuen menjadi peserta Musabaqah  Qiraatul Kutub Nasional (MQKN) ke VIII yang akan berlangsung di Pondok Pesantren  As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Bireuen, Anwar SAg MAP kepada Serambinews.com, Kamis (11/9/2025) mengatakan, dalam MQKN tingkat nasional  ada 18 utusan dari Aceh yaitu Bireuen delapan orang.

Lalu, Aceh Tenggara empat orang, Aceh Besar dan Subulussalam  masing-masing dua orang, Bener Meriah dan Aceh Selatan
masing-masing satu orang.

Adapun delapan peserta dari Bireuen tujuh diantaranya dari Dayah MUDI Samalanga  yaitu M Irfan Halim cabang lomba akhlak tingkat Ulya, Naivasya Milhan (Akhlak-Ulya).

Muhammad Basyir (Fiqh, Ushul Fiqh – Ulya),  T Muhammad Hafizh (Nahwu-Ulya), Wahrul Walidin (Tafsir, Ilmu Tafsir –Ulya), Ahmad Thaifur (Tauhid-Ulya) dan Aliya Rahayu (Tauhid-Ulya).

Terakhir satu orang santri dari Dayah Ummul Ayman
Samalanga yaitu  Saif Muhammad  Alhaq (Tarikh-Ulya). Anwar SAg yang
didampingi Drs H Mukhlis Kasi Pakis  Kankemenag Bireuen delapan
peserta dari Bireuen merupakan finalis dan saat ini sedang melakukan
berbagai persiapan keberangkatan ke Sulawesi Selatan.

Keikutsertaan santri Aceh dalam MQK tahun 2025  turut mengangkat
reputasi dayah Aceh di tingkat nasional, prestasi yang diraih oleh
peserta  dari Aceh lolos sebagai peserta MQKN menjadi bukti.

Artinya dayah/pesantren di Aceh  memiliki kualitas  keilmuan yang komprehensif dan mampu bersaing  secara intelektual.

Selain itu,  MQK juga membuka peluang  jejaring antar dayah  dan lembaga  pendidikan Islam di seluruh Indonesia sehingga memperkuat kolaborasi  dalam pengembanan sumber daya manusia santri  yang unggul dan berwawasan luas.

Keikutsertaan para santri Aceh dan dari  Bireuen dalam MQKN di
Sulawesi Selatan tahun ini, kata Anwar menargetkan mampu memperbaiki peringkat nasional, dimana  dalam MQKN  2023 lalu  di Lamongan, Jawa Timur, Aceh berada di rangking 5.

“Keinginan memperbaiki peringkat nasional, mudah-mudahan tercapai,” ujarnya. (*)

Baca juga: Dosen UNISAI Raih Gelar Doktor, Rektor dari Tanah Suci Sampaikan Apresiasi

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved