Berita Bireuen
Delapan Santri Wakili Bireuen MQK Tingkat Nasional, Ini Namanya
M Irfan Halim cabang lomba akhlak tingkat Ulya,Naivasya Milhan (Akhlak-Ulya), Muhammad Basyir (Fiqh, Ushul Fiqh –Ulya), T Muhammad Hafizh
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
M Irfan Halim cabang lomba akhlak tingkat Ulya,Naivasya Milhan (Akhlak-Ulya), Muhammad Basyir (Fiqh, Ushul Fiqh –Ulya), T Muhammad Hafizh (Nahwu-Ulya)
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak delapan santri dari Bireuen menjadi peserta Musabaqah Qiraatul Kutub Nasional (MQKN) ke VIII yang akan berlangsung di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Bireuen, Anwar SAg MAP kepada Serambinews.com, Kamis (11/9/2025) mengatakan, dalam MQKN tingkat nasional ada 18 utusan dari Aceh yaitu Bireuen delapan orang.
Lalu, Aceh Tenggara empat orang, Aceh Besar dan Subulussalam masing-masing dua orang, Bener Meriah dan Aceh Selatan
masing-masing satu orang.
Adapun delapan peserta dari Bireuen tujuh diantaranya dari Dayah MUDI Samalanga yaitu M Irfan Halim cabang lomba akhlak tingkat Ulya, Naivasya Milhan (Akhlak-Ulya).
Muhammad Basyir (Fiqh, Ushul Fiqh – Ulya), T Muhammad Hafizh (Nahwu-Ulya), Wahrul Walidin (Tafsir, Ilmu Tafsir –Ulya), Ahmad Thaifur (Tauhid-Ulya) dan Aliya Rahayu (Tauhid-Ulya).
Terakhir satu orang santri dari Dayah Ummul Ayman
Samalanga yaitu Saif Muhammad Alhaq (Tarikh-Ulya). Anwar SAg yang
didampingi Drs H Mukhlis Kasi Pakis Kankemenag Bireuen delapan
peserta dari Bireuen merupakan finalis dan saat ini sedang melakukan
berbagai persiapan keberangkatan ke Sulawesi Selatan.
Keikutsertaan santri Aceh dalam MQK tahun 2025 turut mengangkat
reputasi dayah Aceh di tingkat nasional, prestasi yang diraih oleh
peserta dari Aceh lolos sebagai peserta MQKN menjadi bukti.
Artinya dayah/pesantren di Aceh memiliki kualitas keilmuan yang komprehensif dan mampu bersaing secara intelektual.
Selain itu, MQK juga membuka peluang jejaring antar dayah dan lembaga pendidikan Islam di seluruh Indonesia sehingga memperkuat kolaborasi dalam pengembanan sumber daya manusia santri yang unggul dan berwawasan luas.
Keikutsertaan para santri Aceh dan dari Bireuen dalam MQKN di
Sulawesi Selatan tahun ini, kata Anwar menargetkan mampu memperbaiki peringkat nasional, dimana dalam MQKN 2023 lalu di Lamongan, Jawa Timur, Aceh berada di rangking 5.
“Keinginan memperbaiki peringkat nasional, mudah-mudahan tercapai,” ujarnya. (*)
Baca juga: Dosen UNISAI Raih Gelar Doktor, Rektor dari Tanah Suci Sampaikan Apresiasi
| Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMMAH Gandeng Polres Bireuen Bahas Etika Medsos |
|
|---|
| BPBD Bireuen Minta Tim Enumenatur Sesuai Fakta, Tidak Manipulasi Data |
|
|---|
| Pengurus Kabilah Dewantara Gelar Diskusi Strategis, Ini Bahasan Lainnya |
|
|---|
| Seluruh SKPK Bireuen Ikuti Sosialisasi Monev Keterbukaan Informasi Publik |
|
|---|
| Kebutuhan Darah RSUD dr Fauziah Bireuen Capai 50 Kantong per Hari, Masyarakat Diharapkan Aktif Donor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kepala-DSI-Bireuen-soal-MTQ.jpg)