Senin, 13 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Usai Konsumsi MBG, 3 Murid SD di Tamiang Dirawat di Rumah Sakit

Kalau memang ada bahan beracun atau terkontaminasi, itu bisa dipastikan lewat uji laboratorium. Kita di rumah sakit hanya menangani gejalanya

Editor: mufti
Serambi Indonesia
Direktur RSUD Muda Sedia, dr Andika Putra, SpPD, FINASIM, MHKes 

Kalau memang ada bahan beracun atau terkontaminasi, itu bisa dipastikan lewat uji laboratorium. Kita di rumah sakit hanya menangani gejalanya. Andika Putra, Direktur RSUD Muda Sedia

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Tiga dari lima murid SD Negeri 6 Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), masih menjalani perawatan di RSUD Muda Sedia, Kamis (11/9/2025) malam.

Secara umum kondisi ketiganya sudah membaik dan dalam waktu dekat sudah diperbolehkan pulang.

“Sebenarnya ngak perlu dirawat, hanya untuk memastikan saja, observasi 24 jam. Besok kemungkinan sudah bisa pulang,” kata Direktur RSUD Muda Sedia, Andika Putra, Kamis (11/9/2025) malam.

Andika Putra menjelaskan gejala yang diidap ketiga murid tersebut lebih mengarah pada gangguan pencernaan ringan. Berdasarkan pengakuan ketiganya, gejala ini muncul usai mereka mengonsumsi paket MBG berupa burger, susu, dan buah semangka. Dari hasil pemeriksaan awal, susu dipastikan tidak kedaluwarsa, sementara kondisi buah belum bisa dipastikan.

“Walaupun buah itu sudah dicuci semua, mungkin ada yang terpercik kuman. Bisa jadi hanya sebagian yang terpapar, makanya yang sakit cuma lima orang, bukan satu sekolah,” jelasnya. Menurutnya, bila benar keracunan, semestinya dilakukan pemeriksaan sampel makanan oleh Dinas Kesehatan untuk memastikan penyebab. “Kalau memang ada bahan beracun atau terkontaminasi, itu bisa dipastikan lewat uji laboratorium. Kita di rumah sakit hanya menangani gejalanya,” kata Andika.

Sejauh ini, RSUD Bumi Muda Sedia baru sekali menerima pasien dengan dugaan keracunan MBG. Tiga siswa yang masih dirawat di ruang observasi adalah Jamaluddin (11 tahun), Lutfi Moreno (11 tahun), dan Hilmi At Taqiy (12 tahun).

Sebelumnya, para murid sempat mendapat penanganan di Puskesmas Kotalintang sebelum dirujuk ke RSUD. Pihak keluarga korban berharap pemerintah lebih teliti dalam penyajian makanan MBG. “Yang penting anak sembuh, sudah syukur Alhamdulillah. Ke depan jangan sampai seperti ini lagi agar lebih telaten,” ujar Nurmala, ibu dari Lutfi Moreno.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat Aceh Tamiang. Mereka meminta program MBG tetap dilanjutkan namun dengan pengawasan lebih ketat agar tidak lagi menimbulkan insiden yang merugikan siswa.(mad)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved