Sabtu, 25 April 2026

MTQ

Lepas Peserta TC MTQ Abdya, Ini Pesan Wabup Zaman Akli

Zaman Akli menyebutkan, keberangkatan qari dan qariah ke Banda Aceh bukan sekadar perjalanan untuk mengikuti pelatihan, tetapi juga

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Masrian
Wabup Zaman Akli saat memberikan sambutan pada acara Pelepasan Rombongan Training Center Musabaqah Tilawatil Qur'an (TC MTQ) Kabupaten Abdya yang berlangsung di Pendopo Wakil Bupati setempat, Minggu malam (14/9/2025). 

Laporan Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Zaman Akli mengatakan, qari dan qariah merupakan duta  Qur’ani yang akan membawa nama baik daerah untuk berkompetisi, berjuang, sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik dalam bidang Al-Qur’an. 

Zaman Akli menyampaikan itu saat memberikan sambutan pada acara Pelepasan Rombongan Training Center Musabaqah Tilawatil Qur'an (TC MTQ) Kabupaten Abdya yang berlangsung di Pendopo Wakil Bupati setempat, Minggu malam (14/9/2025).

Zaman Akli menyebutkan, keberangkatan qari dan qariah ke Banda Aceh bukan sekadar perjalanan untuk mengikuti pelatihan, tetapi juga sebuah ikhtiar mulia untuk menegakkan syiar Islam melalui seni baca, pemahaman, dan pengamalan Al-Qur’an.

"Atas nama pemerintah daerah, saya merasa bangga berdiri di hadapan para peserta sekalian. Kebanggaan ini bukan hanya karena kalian akan mewakili Abdya dalam TC MTQ, tetapi juga karena kalian adalah generasi yang memilih jalan mulia, yaitu jalan Al-Qur’an. Jalan yang akan menuntun kita semua, jalan yang menjadi cahaya di tengah kegelapan zaman," kata Zaman Akli.

Menurut Zaman Akli, TC yang diikuti ini bukan hanya sekadar forum pembelajaran, melainkan sebuah proses pembentukan karakter.

"Para peserta akan ditempa, bukan hanya pada aspek teknis bacaan, tetapi juga pada mental, disiplin, dan keikhlasan," ujarnya.

Karena sesungguhnya, kata Zaman Akli, qari dan qariah sejatinya bukan hanya indah melantunkan ayat, tetapi juga mampu menghadirkan akhlak Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya ingin mengingatkan bahwa kemenangan sejati tidak semata diukur dengan piala atau penghargaan. Kemenangan sejati adalah ketika Al-Qur’an benar-benar hidup dalam hati dan amal kita," ucapnya.

Karena itu, Zaman Akli meminta agar peserta menjadikan pelatihan ini sebagai perjalanan ruhani, sebagai bagian dari ibadah dan ladang pahala yang akan berbuah kebaikan.

"Pemerintah Abdya selalu memberi dukungan penuh terhadap pembinaan generasi Qur’ani. Sebab, kami yakin bahwa masyarakat yang mencintai Al-Qur’an adalah masyarakat yang akan maju, berakhlak, dan sejahtera," ujarnya.

Zaman Akli mengatakan, MTQ bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga gerakan dakwah yang memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat. 

"Oleh karena itu, saya berpesan agar para peserta semua dapat menjaga nama baik daerah, tampil dengan rendah hati, menjaga adab, serta selalu tawakal kepada Allah SWT," pesannya.

Kepada para pelatih dan pembina, Zaman Akli mengucapkan terima kasih atas jerih payah, ketulusan, dan kesabaran dalam membimbing peserta MTQ.

 "Semoga Allah membalas setiap langkah, ilmu, dan doa yang telah diberikan. Berangkatlah dengan hati yang ikhlas. Bawalah semangat juang tinggi, karena doa orang tua, doa guru, doa masyarakat, dan doa kami semua akan menyertai qari dan qariah semua," imbuhnya.

Ia juga meminta kepada peserta agar tidak takut kalah, dan juga jangan cepat puas dengan kemenangan. 

"Yang penting adalah usaha terbaik, niat yang tulus, dan keyakinan bahwa Allah SWT selalu bersama hamba-Nya yang berjuang di jalan kebaikan," pungkas Zaman Akli.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved