Rabu, 29 April 2026

Bireuen

Puluhan Pensiunan Kunjungi Paya Nie Kutablang, Ini Harapan Mereka

“Ini aset besar milik masyarakat Kutablang dan Bireuen. Jika dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber PAD.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Waduk - Pensiunan PNS Pemkab Bireuen, Rabu (17/9/2025) melakukan pertemuan silaturahmi di waduk Paya Nie, kawasan Blang Mee, Kutablang. 

“Ini aset besar milik masyarakat Kutablang dan Bireuen. Jika dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber PAD.

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Puluhan pensiunan ASN dari jajaran Pemkab Bireuen, termasuk mantan pejabat, camat, guru, tenaga medis, dan lainnya, pada Rabu (17/9/2025) melakukan kunjungan ke objek wisata alam dan ekowisata Paya Nie, Desa Blang Mee, Kecamatan Kutablang, Bireuen.

Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi, mengadakan senam lansia, pemeriksaan kesehatan, serta merumuskan usulan kepada Pemkab Bireuen agar waduk Paya Nie dirawat, dilestarikan, dan ditata dengan baik demi kebermanfaatan bagi generasi mendatang.

Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Bireuen, Raden Yus Rusmadi, didampingi Keuchik Tingkeum Mayang, Mawardi, menyampaikan bahwa waduk Paya Nie yang memiliki 44 suak dan dikelilingi oleh sembilan desa merupakan warisan leluhur yang perlu dijaga.

“Ini aset besar milik masyarakat Kutablang dan Bireuen. Jika dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber PAD.

Lokasi ini tetap berfungsi sebagai rawa gambut penampung air untuk kebutuhan pertanian,” ujarnya.

Ia menambahkan, dahulu Paya Nie menghasilkan benyot yang digunakan untuk membuat tikar, berbagai jenis ikan air tawar, dan menyimpan banyak nilai sejarah.

“Jika ada masyarakat yang ingin menanam sawit di sekitar waduk, sebaiknya dihentikan.

Kawasan ini merupakan salah satu destinasi wisata kabupaten yang harus dijaga kelestariannya,” tegasnya.

Mantan Direktur RSUD dr. Fauziah Bireuen juga menyampaikan harapannya agar waduk Paya Nie terus dijaga.

Ia telah mengikuti perkembangan kawasan tersebut selama tiga tahun terakhir.

Gaung pelestarian waduk Paya Nie terus dikumandangkan oleh masyarakat, LSM, PT PIM, AWF, dan Umuslim. Mereka aktif menjalankan berbagai program dan mempromosikan Paya Nie sebagai kawasan rawa alam yang perlu dilestarikan.

Perangkat desa dan camat setempat juga telah menunjukkan komitmen dalam menjaga kelestarian waduk.

Beberapa langkah yang disarankan untuk segera dilakukan oleh Pemkab Bireuen antara lain:

Melibatkan dinas terkait seperti BPN dan Dinas Lingkungan Hidup
Membentuk tim terpadu dari berbagai unsur
Melakukan pemetaan akurat
Memasang tanda batas (patok)
Menetapkan batas kawasan
Mengurus dan menerbitkan sertifikat
Membangun jalan lingkar dan tebing di sekitar waduk

Waduk Paya Nie dikelilingi oleh sembilan desa, yaitu: Kulu Kuta, Gle Putoh, Buket Dalam, Paloh Dama, Paloh Raya, Paloh Peuradi, Blang Mee, Tingkeum Manyang, dan Kulu Kuta. Panjang lingkaran waduk mencapai sekitar 20 kilometer.

“Dengan adanya langkah nyata, manfaatnya akan terlihat jelas.

Kawasan waduk akan diketahui secara pasti dan berbagai program dapat dijalankan.

Aksi nyata sangat diperlukan demi masa depan,” harapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved