Breaking News
Jumat, 10 April 2026

Berita Aceh Barat

Ngidam Kuini, Nyawa Pasutri di Nagan Raya Melayang

Pasangan yang menjadi korban masing-masing bernama Azhari (35), seorang petani, dan istrinya Mawar (33), ibu rumah tangga.

Editor: mufti
Dok Polisi
MENINGGAL TERSENGAT LISTRIK - Pasutri warga Desa Ladang Baro, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya meninggal tersengat listrik. Kedua jenazah saat tiba di rumah mereka di desa setempat, Minggu (21/9/2025).      

Warga agar berhati-hati saat beraktivitas di dekat jaringan listrik. Terlebih ketika menggunakan alat berbahan logam yang dapat menghantarkan arus listrik dan sangat berbahaya. Benny Bathara, Kapolres Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Naas menimpa pasangan suami-istri warga Desa Ladang Baro, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Minggu (21/9/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Keduanya meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat memanen buah kuini di kebun milik mereka.

Pasangan yang menjadi korban masing-masing bernama Azhari (35), seorang petani, dan istrinya Mawar (33), ibu rumah tangga. Berdasarkan keterangan yang diperoleh Serambi dari pihak kepolisian, kejadian bermula ketika Azhari memanen buah kuini menggunakan pengait (egrek/gala) berbahan aluminium dan besi sepanjang sekitar enam meter.

Alat tersebut secara tidak sengaja menyentuh kabel utama listrik PLN yang berada dekat dengan pohon kuini yang sedang dipanen. Azhari langsung tersengat arus listrik.

Melihat suaminya kesetrum, Mawar berusaha menolong dengan menggunakan pelepah kelapa sawit. Namun nahas, ia juga ikut tersengat hingga keduanya meninggal dunia di tempat kejadian.

Warga yang berada di sekitar lokasi segera berupaya memberikan pertolongan setelah mendapat laporan adanya dua orang tersengat listrik. Namun, kedua korban telah dinyatakan meninggal dunia.

Sekitar pukul 11.20 WIB, jenazah pasangan suami-istri tersebut dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Sukaramai ke rumah duka yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian untuk dilakukan fardhu kifayah.

Kepolisian dari Polsek Darul Makmur yang menerima laporan segera menurunkan petugas untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga melakukan evakuasi korban, berkoordinasi dengan pihak keluarga dan perangkat desa setempat, serta memintai keterangan dari sejumlah saksi.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Benny Bathara, melalui Kapolsek Darul Makmur Iptu Ade Hadir, membenarkan adanya peristiwa pasangan suami-istri yang meninggal akibat tersengat listrik. Pihak kepolisian telah menyarankan agar dilakukan visum terhadap kedua korban, namun keluarga menolak dan menerima musibah tersebut sebagai takdir. “Kami turut berduka cita mendalam atas musibah ini. Semoga almarhum dan almarhumah husnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Kaposek. 

Kapolsek juga mengingatkan warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di dekat jaringan listrik. “Terlebih ketika menggunakan alat berbahan logam yang dapat menghantarkan arus listrik dan sangat berbahaya,” sebut Iptu Ade Hadir.

Ngidam buah kuini

Menurut seorang warga Desa Ladang Baro, Azhari bergegas ke kebun karena sang istri ingin makan buah kuini. Maklum saja, karena dalam kondisi hamil muda, istrinya berharap menyantap buah-buahan yang ada di kebunnya. “Istrinya ngidam, makanya suami ditemani istri bergegas ke kebun untuk memetik buah kuini. Ternyata takdir berkata lain. Semoga keduanya khusnul khatimah,” kata warga tersebut kepada Serambi.(riz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved