Pidie
Ketua KONI Pidie Sesalkan Insiden Banting Tropi, Malam Terakhir Even Piala Bupati
Di sisi lain, Ketua KONI Pidie Muhammad menjelaskan, sebetulnya skill cara bermaian klub CST Ulim dinilai apik dan bagus memiliki potensi bermain.
Di sisi lain, Ketua KONI Pidie Muhammad menjelaskan, sebetulnya skill cara bermaian klub CST Ulim dinilai apik dan bagus memiliki potensi bermain.
SERAMBINEWS.COM, SIGLI – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pidie, Muhammad SPdI menyesalkan adanya insiden membanting tropi di malam terakhir even olahraga piala Bupati Pidie di Lapangan Blangpaseh, Kota Sigli, Pidie.
“Kami sangat menyesalkan, kalah dan menang biasa dalam sebuah pertandingan. Kami kecewa Tindakan ini dilakukan di hadapan sejumlah pejabat dan juga penonton,” ujar Ketua KONI Pidie, Muhammad, Rabu (14/10/2025).
Diketahui, sebelumnya suasana malam terakhir even olahraga di Lapangan Blang Paseh, Sigli, Pidie menjadi perbincangan di kalangan masyarakat khususnya di Kabupaten Pidie, Selasa (14/10/2025).
Laga final Piala Bupati Pidie 2025 di Stadion Blang Paseh, Kota Sigli,Kabupaten Pidie, Senin malam (13/10/2025), diwarnai insiden memalukan. Ada banting tropi usai diterima di lapangan tersebut.
Tim CST Ulim, Pidie Jaya membanting tropi juara dua usai kalah 2–1 dari Mutiara Raya Beureuneun.
Mereka juga meminta kembali hadiah pembinaan Rp 40 juta.
Di sisi lain, Ketua KONI Pidie Muhammad menjelaskan, sebetulnya skill cara bermaian klub CST Ulim dinilai apik dan bagus memiliki potensi bermain.
Dan selama jalannya pertandingan tim ini maupun tim lainnya selama bertanding berlangsung dengan baik.
Aksi tersebut banting tropi ini dinilai memalukan dan disesalkan sontak membuat ribuan penonton dan pejabat yang hadir terdiam.
Sejumlah tokoh daerah seperti Sarjani Abdullah, Alzaizi Umar, dan Hasan Basri menyaksikan langsung insiden memalukan itu.
“Kami sangat menyesalkan. Tim CST Ulim punya pemain bagus. Tapi ofisialnya tidak siap kalah. Ini bukan sikap yang pantas dalam olahraga,” ujar Ketua KONI Pidie, Muhammad Spd.I.
Desakan Laporan ke PSSI Aceh
Publik sepak bola Pidie kini menuntut Panitia Pelaksana dan KONI segera melaporkan kejadian ini ke Komisi Disiplin PSSI Aceh.
Jika terbukti bersalah, tim tersebut terancam sanksi berat, mulai dari denda hingga larangan tampil di berbagai turnamen daerah.
Meski kalah, CST Ulim tetap menerima hadiah pembinaan sebesar Rp 40 juta. Namun tindakan ofisial mereka menuai kecaman luas dan mencoreng semangat sportivitas yang seharusnya dijunjung tinggi dalam dunia olahraga.
Minta diblacklist
Di sisi lain lain, Ketua KONI Pidie mengaku banyak desakan dari sejumlah pecinta bola yang menyayangkan dan minta klub Ulim agar diblacklist.
Hal ini sangat memalukan dan membuat tercoreng even olahraga yang semestinya tidak sampai terjadi hal demikian.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Syukri membenarkan adanya keributan itu terjadi di bench ofisial CST Ulim.
“Iya benar, mereka rusuh sendiri. Ini di luar sepengetahuan panpel,” ujarnya.
Mutiara Raya menjadi juara setelah menang lewat gol Irfanda Usman dan Muzakir Mane. CST Ulim hanya mampu membalas satu gol lewat Khairil Anwar.
Panitia mengancam akan mem-blacklist CST Ulim dari turnamen selanjutnya.
Intinya menurut panitia itu peristiwa terjadi di luar sepengetahuan mereka. Kondisi ini terjadi tim mereka sendiri.
Kondisi ini sempat ditenangkan oleh Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri namun official tim dan pemain CST Ulim tak.
Situasi berubah saat manajemen CST United menolak pengalungan medali juara dua. Sikap ini diniilai tidak mencerminkan etika olahraga dan tidak menghormati pejabat yang hadir.
Ulah itu disebut-sebut dipicu kekecewaan terhadap kepemimpinan wasit.(*)
Baca juga: Diwarnai Insiden Memalukan, Ada Banting Tropi Malam Final Piala Bupati Pidie
| 48 Santri MUQ Pidie Ikut Pelatihan Cegah Bullying di Lingkungan Dayah |
|
|---|
| Kenang Sosok Abu Razak, Wagub Fadhlullah Buka Puasa Bersama Masyarakat Teupin Raya |
|
|---|
| Warga yang Rumah Rusak Ringan & Sedang di Pidie Terima Dana, Diserahkan Wabup Alzaizi |
|
|---|
| Menteri Perdagangan Sidak Harga Barang di Pasar Pante Teungoh dan Gudang Bulog Pidie |
|
|---|
| 14.600 Pelajar SMP di Pidie Ikut Khittah Ramadhan, Bupati Sarjani: Ilmu Agama Sebagai Bekal Akhirat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ketua-KONI-Pidie-Muhammad.jpg)