Banda Aceh
Diskop UKM Aceh: Koperasi Harus Beradaptasi dengan Digitalisasi
“Dengan digitalisasi, anggota dapat melihat apa produk-produk yang ada di koperasi, apa ketertarikan mereka, sehingga dapat...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Fungsional Pengawas Koperasi Ahli Muda, Teby Maulana Syafrizal SE menyampaikan, suka tidak suka, koperasi harus beradaptasi dengan tuntutan pasar saat ini gencar memanfaatkan platform digital. Sehingga, peran kaum muda sangat dibutuhkan untuk digitalisasi koperasi agar dapat meningkatkan produk dan layanan koperasi sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Dengan digitalisasi, anggota dapat melihat apa produk-produk yang ada di koperasi, apa ketertarikan mereka, sehingga dapat meningkatkan partisipasi dari anggota,” ungkap Teby dalam Talkshow Interaktif bersama Dinas Koperasi dan UKM Aceh bertajuk Peran Generasi Muda Menuju Digitalisasi Koperasi, dipandu host Tieya Andalusia yang tayang di YouTube dan Radio Serambi FM, Banda Aceh, Selasa (21/10/2025).
Dikatakan, peran pemuda juga sangat diharapkan mendorong inovasi yang ada di koperasi, sehingga inovasi pelayanan dapat dirasakan anggotanya maupun produk usahanya yang ada di pasar.
Di sisi lain, Ketua Koperasi Kreasi Kolaborasi Indonesia (Kreasia), Faisal Ilyas menyampaikan, koperasi ini menarik karena sistemnya kolektif kolegial, “Semua kita berhak menentukan apa yang mau kita kerjakan. Jadi, ketua, sekretaris dan bendahara itu mewakili dari anggota koperasi untuk memastikan pendapatan anggota-anggotanya naik, sehingga ekonominya lebih baik,” ungkapnya.
Baca juga: Dinas Koperasi Gelar Sertifikasi Halal untuk 60 Pelaku Usaha di Aceh Barat dan Nagan Raya
Dia juga mengenang saat Kreasi dimulai pada 2021 lalu, komunitas berbasis perfilman ini yang orientasinya awalnya socialpreneur bertransformasi menjadi entrepreneurship. Dalam perjalanan, pihaknya mendapat mandat dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) di bawah Kementerian Koperasi untuk menjadi inkubator mendampingi koperasi-koperasi yang ada di Aceh. “Kita mendampingi 20 koperasi pada 2024 dan mendapat penghargaan pendatang baru inkubator yang berhasil,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Talkshow-Interaktif-bersama-Dinas-Koperasi-211025.jpg)