Berita Banda Aceh
Mualem Ingin Aceh Tidak Lagi Ketergantungan Telur Ayam dari Medan
“Kita tahu belakangan ini tergantung sangat dengan Medan. Telur, pakan, dan lain sebagainya. Jadi kita tidak mau bicara besar-besar. Jadi kita...
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nurul Hayati
“Kita tahu belakangan ini tergantung sangat dengan Medan. Telur, pakan, dan lain sebagainya. Jadi kita tidak mau bicara besar-besar. Jadi kita harus ada sikap. Kita tidak mau tergantung kepada mereka 100 persen,” tegas Mualem.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengungkapkan keinginannya agar Tanah Rencong tidak lagi bergantung pada pasokan telur ayam dan pakan ternak dari Medan, Sumatera Utara.
Mualem menegaskan bahwa sudah saatnya Aceh berdiri di atas kaki sendiri dan membangun industri peternakan yang mandiri.
“Kita tahu belakangan ini tergantung sangat dengan Medan. Telur, pakan, dan lain sebagainya. Jadi kita tidak mau bicara besar-besar. Jadi kita harus ada sikap. Kita tidak mau tergantung kepada mereka 100 persen,” tegas Mualem.
Penegasan itu disampaikan Mualem usai jamuan makan malam dan ramah tamah bersama pimpinan serta anggota Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), di Restoran Pendopo Gubernur Aceh, Selasa (21/10/2025) malam.
Mualem juga mengungkap, bahwa penegasan tidak ingin ketergantungan telur ayam dari Medan ini merupakan salah satu langkah konkret rencana kerja sama dengan investor asal Tiongkok yang berminat menanamkan modal di sektor peternakan ayam dan produksi telur di Aceh Besar.
Proyek tersebut, kata Mualem, direncanakan dibangun di atas lahan seluas sekitar 150 hektare dengan nilai investasi mencapai 130 juta dolar AS.
“Kita harus berdiri di atas kaki kita sendiri. InsyaAllah mudah-mudahan mereka (investor Cina) sudah berminat untuk telur ayam dan ayam gulai,” sebut Mualem.
Baca juga: Mualem Beberkan Kekayaan Alam Aceh Mampu Bayar Utang Negara
Menurut Mualem, investasi di bidang perternakan tersebut nantinya bakal menghasilkan telur dengan kandungan gizi yang lebih tinggi, disesuaikan dengan kebutuhan berbagai kelompok usia.
Ia menargetkan pabrik dan fasilitas produksi tersebut mulai beroperasi pada tahun 2027.
“Ini telur yang lebih modul di atas dunia ini. Karena setiap telur nanti ada untuk bayi, ada untuk orang dewasa, dan orang biasa. Gizinya lebih ditingkatkan terutama sekali untuk anak-anak,” jelasnya.
Selain sektor peternakan, dalam kesempatan itu Mualem juga menyampaikan hasil kunjungannya beberapa waktu lalu ke Timur Tengah.
Ia menyebut, akan adanya rencana kerja sama di bidang penerbangan, termasuk pembentukan Aceh Airlines untuk mendukung transportasi terutama bagi jamaah haji dan umrah langsung dari Aceh ke Arab Saudi.
“Kita kewalahan sekarang masalah penerbangan, dan saya minta kepada dia orang paling tidak minimal untuk mengangkut jamaah haji dan umrah daripada kita ke Arab Saudi,” ungkapnya.
Mualem optimis wacana investasi strategis ini akan terlaksana dan akan menghadirkan kemandirian ekonomi di Aceh.
“Karena saya katakan kita ada Bandara Sendiri walaupun sekarang di bawah Angkasa Pura dan di satu lagi di bawah kita. Jadi mungkin nanti orang di Sumatera dan seluruh Indonesia akan berkiblat haji-umrah di Aceh,” pungkasnya.(*)
| Masjid Raya Baiturahman Terima 65 Hewan Kurban, Salurkan 2.000 Paket Daging |
|
|---|
| Gampong Meunasah Papeun Sembelih 34 Hewan Kurban |
|
|---|
| Gampong Lueng Bata Banda Aceh Sembelih 47 Hewan Qurban, Salurkan 1.620 Kupon kepada Warga |
|
|---|
| Partai Golkar Aceh Sembelih 11 Sapi Kurban dan Sebar ke Daerah Bencana |
|
|---|
| Warga Gampong Pango Deah, Banda Aceh, Sembelih 19 Sapi dan Empat Kambing Kurban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Gubernur-Aceh-Mualem-memeberikan-keterangan-kepada-wartawan.jpg)