Senin, 13 April 2026

Berita Nagan Raya

MAA Nagan Gelar Pembinaan Adat Bagi Pegiat Seni, Lestarikan Warisan Budaya Aceh

Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Nagan Raya kembali menggelar kegiatan pembinaan adat bagi pegiat seni, Kamis (23/10/2025).

Penulis: Rizwan | Editor: Saifullah
Dok MAA Nagan Raya
PEMBINAAN ADAT - MAA Nagan Raya mengelar pembinaan adat bagi pegiat seni di Kantor MAA setempat, Kamis (23/10/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rizwan I Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Nagan Raya kembali menggelar kegiatan pembinaan adat bagi pegiat seni, Kamis (23/10/2025).

Kegiatan itu bertujuan melestarikan warisan budaya Aceh.

Khususnya adat seumapa/narit maja, meunasib, serta tarian tradisional.

Ketua MAA Nagan Raya diwakili Wakil Ketua II, T Ikhsan, TSP membuka secara resmi kegiatan yang berlangsung di Kantor MAA setempat tersebut.

Wakil Ketua MAA menegaskan, komitmen lembaganya dalam memfasilitasi pelestarian budaya Aceh sebagai warisan yang harus terus diwariskan ke generasi penerus. 

"Dengan pembinaan ini, budaya Aceh tetap lestari dan dihargai di tengah arus modernisasi yang semakin deras," jelasnya.

Baca juga: Seminar MAA Lhokseumawe, Farhan :Bandar Teluk Samawi Sudah Megah Sejak Abad ke 13

Kepala Sekretariat MAA Nagan Raya, Said Kamaruddin mengatakan, kegiatan ini diikuti 65 peserta pegiat seni dari berbagai usia sebagai bentuk pengenalan dan pelestarian nilai-nilai adat istiadat yang selama ini menjadi identitas kuat masyarakat Aceh.

"Pembinaan adat yang dilaksanakan ini tidak hanya menyoroti makna dan tata cara seumapa/narit maja dan meunasib, tetapi juga menampilkan berbagai tarian tradisional khas Aceh," ujarnya.

Kegiatan ini, kata Said, diharapkan mampu mempererat hubungan sosial di masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan menghormati adat leluhur.

"Acara pembinaan adat ini juga menjadi ajang silaturahmi antara sesepuh adat, pemerhati budaya, dan masyarakat luas, memperkuat rasa kebersamaan dan semangat menjaga kearifan lokal yang menjadi jati diri masyarakat Aceh," ujar Said Kamaruddin.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved